
Apa saja Media Transmisi Kabel dan Nirkabel?
Pertanyaan ini memiliki kaitan yang erat dengan teknologi, khususnya yang berhubungan dengan jaringan komputer.
Lanjut baca berita ini
Tunggu sebentar, isi berita lengkap akan segera dibuka.
Beberapa contoh yang bisa dilihat secara langsung adalah penggunaan Wi-Fi dan jaringan sederhana yang ada di warung internet.
Bisa dilihat bahwa sebuah perangkat bisa terhubung dengan Wi-Fi tanpa adanya perantara (nirkabel). Kemudian di sisi lain, ada juga contoh hubungan antar perangkat komputer yang menggunakkan media kabel.
Hanya ada dua jenis model dari media tranmisi untuk saat ini, yaitu Media Kabel dan Nirkabel. Jika dalam suatu jaringan tidak menggunakkan Kabel, maka sudah dipastikan jaringan tersebut menggunakkan media Nirkabel, begitu juga sebaliknya.
Kedua jenis tersebut tentu saja memiliki berbagai tipe, kelebihan serta kekurangannya masing-masing.
Dan pada artikel kali ini, akan dibahas lebih lanjut tentang ketiga topik yang ada pada kedua jenis media transmisi yang sudah dikenalkan tadi.
Tanpa berlama-lama, mari kita bahas.
Media Kabel (Wired Media)
Dari namanya saja sudah bisa ditebak bahwa media transmisi yang satu ini menggunakkan sebuah benda tipis dan panjang yang dikenal dengan nama kabel.
Meskipun sama-sama menggunakkan kabel, Cooper Media sendiri memiliki beberapa jenis lain tergantung dari sinyal atau materi yang berjalan di dalam kabel tersebut.
Sampai dengan saat ini, ada tiga jenis dari media transmisi kabel. Mereka adalah Kabel Pasangan Berpilin (Twisted Pair), Sepaksi(Coaxial) dan terakhir adalah Kabel Serat Kaca (Fiber Optic).
Dan pada paragraf berikutnya akan dijelaskan secara singkat ketiga jenis tersebut.
a. Pasangan Berpilin (Twisted-Pair)
Jenis kabel yang satu ini adalah sebuah kabel yang menggunakkan tembaga sebagai inti utamanya, kabel ini disebut dengan pasangan berpilin karena di dalamnya terdapat 8 kabel yang lebih kecil yang dibagi menjadi 4 pasangan warna dan kedelapan kabel tersebut dipilin atau digulung secara spiral menjadi satu.
Jikalau penasaran, bisa cari gambarnya di internet atau memotong kabel tersebut secara langsung, asal jangan memotong kabel orang lain.
Kabel yang satu bisa ditemukan di dalam laboratorium komputer sekolah ataupun di dalam warung internet yang sudah dikatakan tadi.
Penggunaan kabel ini disarankan hanya sampai 100 meter, hal ini masih teori karena dalam pelaksanaanya bisa dipengaruh banyak hal.
b. Sepaksi (Coaxial)
Kabel Sepaksi menggunakkan bahan yang sama dengan Twisted Pair yaitu tembaga. Kabel jenis ini sering ditemukan pada jaringan televisi yang dipasangkan dengan sebuah antena. Menurut teori, kabel ini bisa digunakan sampai dengan jarak 100 sampai 400 meter.
c. Serat Kaca (Fiber Optic)
Setelah membahas kabel yang menggunakkan tembaga, kabel serat kaca justru menggunakkan kaca sebagai inti dari kabelnya, hal ini disebabkan karena sinyal yang dibawa dalam kabel tersebut diubah menjadi cahaya.
Cahaya yang ada di dalam kabel akan terus bergerak dengan menggunakkan pemantulan pada cahaya.
Itu tadi merupakan beberapa jenis media kabel, dan berikut adalah kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan:
a. Mudah untuk dipetakan, karena bentuknya bisa dilihat dengan kasat mata.
b. Pengeluaran biaya yang umumnya lebih sedikit.
c. Lebih cepat dibandingkan dengan media nirkabel.
d. Keamanan yang lebih terjamin.


