Iklan
Iklan

Dalam derasnya arus digital, dunia seperti tak pernah tidur. Segala informasi berlompatan ke hadapan kita – cepat, tanpa jeda, dan tak semuanya bernilai. Di tengah kebisingan inilah, anak muda ditantang untuk menentukan jati dirinya: mau hanyut jadi penonton, atau berdiri jadi pemain utama.

Saya sering bertemu anak muda dengan potensi besar – cerdas, kreatif, punya semangat. Tapi sayangnya, banyak dari mereka bingung arah. Mereka sibuk membangun citra di media sosial, tapi lupa membangun karakter. Sibuk mencari pengakuan, tapi lupa memperkuat nilai dan kontribusi.

Lanjut Membaca

Lanjut baca berita ini

Tunggu sebentar, isi berita lengkap akan segera dibuka.

Berita lengkap terbuka dalam 30 detik.