
RUJUKANNEWS.com, GOWA — Keluhan petani terkait kondisi sawah yang mulai mengering di Kelurahan Lembang Parang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, mulai mendapat tindak lanjut dari pihak terkait.
Air dilaporkan mulai dialirkan ke area persawahan yang sebelumnya mengalami kekurangan pasokan air. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi sejumlah pihak yang berkaitan dengan penanganan pertanian dan sistem pengairan di wilayah tersebut.
Lanjut baca berita ini
Tunggu sebentar, isi berita lengkap akan segera dibuka.
Muh Natsir Sibali, dari unsur pengairan/PPA yang berkaitan dengan sistem pengairan setempat, menyampaikan bahwa penanganan persoalan air untuk sawah petani telah dilakukan sejak malam sebelumnya.
“Kami tangani masalah ini dari tadi malam,” ujar Muh Natsir Sibali saat dikonfirmasi, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurutnya, sejumlah pihak ikut terlibat dalam penanganan tersebut, di antaranya pihak Balai Pompengan Jeneberang, Dinas Pertanian, Camat Barombong, serta Lurah Lembang Parang.
“Kami pihak dari Balai Pompengan Jeneberang, Dinas Pertanian, Pak Camat Barombong, Pak Lurah Lembang Parang,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, unsur yang turut terlibat dalam tindak lanjut tersebut meliputi PPL, BPP/BLIP, Lurah Lembang Parang, Camat Barombong, pengairan Pompengan Jeneberang, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa melalui Kabid PSP, serta mandor air.
Meski air mulai dialirkan, proses pengairan hingga menjangkau seluruh area sawah yang terdampak membutuhkan waktu. Muh Natsir menyebutkan, dibutuhkan sekitar tiga hari agar sawah yang sebelumnya kering dapat terairi secara maksimal.
“Butuh tiga hari Pak,” katanya.

Sementara itu, Camat Barombong, Rivan Maulana Ibrahim, juga membenarkan bahwa pihaknya berada di lokasi bersama pihak balai untuk memastikan tindak lanjut penanganan di lapangan.
“Lagi di lokasi ini sama orang balai,” ujar Rivan.
Saat dikonfirmasi terkait kondisi sawah yang sebelumnya kering, Rivan menyampaikan bahwa air sudah mulai dialirkan sampai ke wilayah hilir dan masuk ke area sawah terdampak.
“Iyaa, air sudah dialirkan sampai ke hilir, di sawah yang kering,” jelasnya.
Sebelumnya, petani di Kelurahan Lembang Parang menyampaikan keluhan terkait lahan pertanian mereka yang mulai mengering akibat terbatasnya pasokan air. Tanaman padi yang baru beberapa hari setelah tanam disebut membutuhkan air agar tetap dapat tumbuh dengan baik.
Persoalan tersebut juga telah mendapat perhatian dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa. Kepala Dinas TPH Gowa, Zubair Usman, sebelumnya menyampaikan bahwa timnya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi setelah laporan diterima dan dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk pengelola irigasi.
Petani di Lembang Parang kini mulai menaruh harapan setelah air mulai dialirkan ke sawah mereka. Dengan kerja bersama berbagai pihak, kebutuhan air pertanian di wilayah tersebut diharapkan dapat tertangani secara bertahap dan memberi manfaat bagi petani.
Para petani juga berharap koordinasi yang telah dilakukan dapat terus berlanjut hingga seluruh sawah yang terdampak benar-benar terairi secara maksimal.


