Iklan
Iklan

Ketika porsi anggaran sangat besar dialokasikan pada program yang dominan bersifat konsumtif atau pada pembangunan aset yang belum tentu produktif, maka muncul opportunity cost besar bagi perekonomian. Dalam konteks fiskal Indonesia yang ruangnya semakin sempit akibat tekanan geopolitik, volatilitas harga energi, serta meningkatnya kebutuhan subsidi dan stabilisasi ekonomi, keputusan alokasi anggaran menjadi semakin krusial karena setiap rupiah belanja negara harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang optimal.

Pembiayaan program-program tersebut juga berpotensi memunculkan fenomena crowding-out effect. Dalam teori ekonomi makro, crowding-out terjadi ketika intervensi fiskal pemerintah menyerap sumber daya keuangan yang seharusnya dapat digunakan oleh sektor lain yang lebih produktif (Blanchard, 2017). Skema pembiayaan KDMP yang melibatkan kredit perbankan Himbara dalam skala masif, misalnya, dapat mengalihkan kapasitas penyaluran kredit dari sektor usaha produktif seperti UMKM, manufaktur, atau agribisnis yang memiliki kontribusi langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Lanjut Membaca

Lanjut baca berita ini

Tunggu sebentar, isi berita lengkap akan segera dibuka.

Berita lengkap terbuka dalam 30 detik.