
RUJUKANNEWS.com, GOWA — Persoalan kekeringan yang melanda puluhan hektare lahan pertanian di Kelurahan Lembang Parang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, mulai mendapat perhatian dari pihak terkait.
Sebelumnya, para petani di wilayah tersebut mengeluhkan kondisi sawah mereka yang mulai mengering akibat minimnya pasokan air. Tanaman padi yang baru beberapa hari setelah tanam disebut mulai menguning dan terancam mati apabila tidak segera mendapat penanganan.
Lanjut baca berita ini
Tunggu sebentar, isi berita lengkap akan segera dibuka.
Terkait hal itu, Penyuluh Pertanian Lapangan atau PPL Barombong, Andi Linda, membenarkan bahwa persoalan kekeringan sawah tersebut telah dilaporkan ke dinas terkait hingga ke tingkat provinsi.
“Iye Pak, saya sudah lapor ke dinas dan sudah lapor ke provinsi,” ujar Andi Linda saat dikonfirmasi, Rabu, 10 Juni 2026.
Namun, menurut Andi Linda, hingga saat ini belum ada respons atau kejelasan tindak lanjut dari laporan tersebut. Ia mengaku akan kembali menghadap untuk menindaklanjuti persoalan yang tengah dihadapi para petani.
“Sampai sekarang ini belum ada Pak. Besok lagi saya menghadap,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Barombong, Rivan Maulana Ibrahim, saat dimintai tanggapan terkait tindak lanjut persoalan tersebut, menyatakan pihaknya akan mencoba mengomunikasikan masalah kekeringan sawah itu ke Dinas Pertanian.
“Siap, kami coba komunikasikan ke Dinas Pertanian,” kata Rivan.
Selain menyangkut sektor pertanian, persoalan kekeringan di wilayah tersebut juga berkaitan dengan sistem pengairan. Berdasarkan data yang dihimpun, Saluran Irigasi Kalukuang merupakan bagian dari sistem Daerah Irigasi atau D.I. Kampili.
Adapun unit pelaksana lapangan yang berkaitan dengan wilayah tersebut disebut berada pada UPTD Daerah Irigasi Kampili. Sementara sistem irigasi tersebut juga berkaitan dengan BBWS Pompengan Jeneberang.
Dengan kondisi tersebut, penanganan kekeringan di Lembang Parang dinilai tidak cukup hanya melalui pendataan lahan terdampak, tetapi juga perlu koordinasi teknis lintas instansi, mulai dari PPL, BPP, Dinas Pertanian, pihak pengairan, UPTD D.I. Kampili, hingga BBWS Pompengan Jeneberang.
Sebelumnya diberitakan, puluhan hektare lahan pertanian di Kelurahan Lembang Parang dilanda kekeringan. Kondisi itu membuat para petani resah karena tanaman padi yang baru beberapa hari setelah tanam mulai menguning dan terancam gagal panen.
Petani setempat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah cepat, terutama dalam bentuk distribusi air darurat, pompanisasi, atau pengaturan aliran air menuju saluran pertanian yang langsung menjangkau lahan petani.
Kekeringan di wilayah tersebut disebut bukan kali pertama terjadi. Menurut petani, persoalan serupa kerap berulang setiap memasuki musim tanam kedua. Karena itu, mereka berharap pemerintah tidak hanya memberi solusi sementara, tetapi juga menyiapkan penanganan jangka panjang melalui pembenahan sistem irigasi dan pengaturan distribusi air.
Hingga berita ini diterbitkan, petani masih menunggu kejelasan tindak lanjut dari dinas dan instansi teknis terkait agar tanaman padi yang tersisa dapat segera diselamatkan sebelum ancaman gagal panen benar-benar terjadi. (As)


