Jangan salah, barang branded seperti tas, jam tangan, hingga perhiasan dari merek ternama tidak hanya berfungsi sebagai penunjang penampilan. Beberapa produk juga memiliki nilai jual kembali yang menarik, terutama jika kondisinya terawat dan produknya memiliki permintaan tinggi.
Bahkan, barang branded tertentu dapat mengalami kenaikan harga seiring waktu karena jumlahnya terbatas. Namun, investasi jenis ini tentu tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Oleh karenanya, yuk simak keuntungan investasi barang branded beserta risiko yang perlu ketahui berikut ini!
Keuntungan Investasi Barang Branded
Investasi barang branded merupakan salah satu alternatif yang menarik bagi orang yang ingin memiliki aset sekaligus menikmati manfaat dari barang tersebut. Lantas, apa saja keuntungan investasi barang branded? Simak penjelasannya berikut!
1. Memiliki Nilai Jual Kembali
Salah satu keuntungan investasi barang branded adalah memiliki nilai jual kembali. Produk dari merek ternama biasanya mempunyai pasar tersendiri sehingga masih diminati meskipun sudah pernah digunakan.
Kondisi barang, kelengkapan produk, model, serta popularitas merek dapat memengaruhi harga jual kembali.
2. Produk Langka Bisa Semakin Bernilai
Barang branded dengan jumlah produksi terbatas atau edisi khusus berpotensi mempunyai nilai yang lebih tinggi.
Kelangkaan menjadi salah satu faktor yang membuat suatu produk banyak dicari oleh kolektor. Oleh sebab itu, barang dengan edisi terbatas bisa menjadi pilihan bagi yang ingin memahami pasar barang koleksi.
3. Bisa Digunakan Sekaligus
Berbeda dengan sejumlah instrumen investasi yang hanya disimpan, barang branded dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, tas, jam tangan, atau aksesori branded bisa digunakan untuk menunjang penampilan. Jadi, dapat menikmati manfaat produknya sembari mempertahankan kemungkinan nilai jual kembali.
4. Merek Menjadi Faktor Penting
Popularitas sebuah merek dapat memengaruhi daya tarik barang branded di pasar sekunder. Merek yang mempunyai basis penggemar kuat biasanya memiliki permintaan yang lebih terjaga.
Namun, hal ini bukan berarti semua produk dari merek terkenal otomatis mengalami kenaikan harga.
5. Menjadi Barang Koleksi
Keuntungan investasi barang branded lainnya adalah dapat dijadikan koleksi. Produk tertentu memiliki desain, sejarah, atau edisi khusus yang membuatnya menarik bagi kolektor.
Semakin tinggi minat kolektor terhadap produk tertentu, semakin besar pula peluang barang tersebut memiliki nilai jual yang menarik.
Risiko Investasi Barang Branded
Meskipun mempunyai sejumlah keuntungan, Anda juga perlu memahami risiko investasi barang branded sebelum membeli.
1. Harga Tidak Selalu Naik
Harga barang branded di pasar sekunder tidak selalu meningkat. Tren fashion, kondisi ekonomi, perubahan selera konsumen, dan popularitas produk dapat memengaruhi harga.
2. Risiko Barang Palsu
Peredaran barang palsu menjadi salah satu tantangan terbesar. Produk tiruan yang dibuat menyerupai barang asli dapat membuat investor mengalami kerugian.
Oleh karena itu, pastikan membeli melalui penjual terpercaya dan periksa keaslian serta kelengkapan produknya.
3. Membutuhkan Perawatan
Barang branded, khususnya yang berbahan kulit atau material tertentu, membutuhkan perawatan agar kondisinya tetap baik. Kerusakan, noda, atau komponen yang hilang dapat menurunkan nilai jual kembali.
4. Tidak Selalu Mudah Dicairkan
Barang branded tidak memiliki likuiditas seperti uang tunai. Artinya, Anda mungkin membutuhkan waktu untuk menemukan pembeli yang bersedia membayar sesuai harga yang diharapkan.
Tips Memulai Investasi Barang Branded
Jika tertarik mencoba investasi ini, jangan hanya berfokus pada gengsi merek. Pelajari terlebih dahulu tren pasar, harga barang baru dan bekas, tingkat kelangkaan, serta reputasi produk.
Selain itu, simpan kotak, kartu autentikasi, nota pembelian, dust bag, dan aksesori bawaan. Kelengkapan tersebut dapat membantu mempertahankan nilai barang ketika nantinya dijual kembali.
Selain itu, sebaiknya menggunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi atau koleksi. Hindari menggunakan dana kebutuhan sehari-hari hanya demi membeli barang branded.
Kesimpulan
Investasi barang branded dapat menjadi alternatif untuk memiliki aset yang sekaligus bisa digunakan dan dikoleksi. Nilai jual kembali, kelangkaan, popularitas merek, serta kondisi barang menjadi beberapa faktor yang dapat memengaruhi nilainya.
Meski demikian, investasi ini tetap memiliki risiko, seperti barang palsu, penurunan tren, biaya perawatan, dan proses penjualan yang tidak selalu cepat. Karena itu, diperlukan riset dan pertimbangan matang sebelum membeli.
Nah, apakah Anda tertarik menjadikan barang branded sebagai bagian dari aset? Temukan informasi seputar investasi, keuangan, bisnis, dan berbagai kabar terkini lainnya hanya di Rujukan News.

