RUJUKANNEWS.com, GOWA – Setelah berlangsung selama tujuh hari, operasi pencarian terhadap Dg Patiha, seorang perempuan lanjut usia yang dilaporkan hilang dan diduga hanyut di Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, akhirnya resmi ditutup.
Penutupan operasi pencarian dilakukan pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 10.00 WITA, setelah tim SAR gabungan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, disepakati bahwa operasi pencarian dihentikan, selanjutnya seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR kembali ke posko atau satuan masing-masing.
Korban diketahui bernama Dg Patiha, seorang perempuan berusia sekitar 78 tahun, warga Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa. Hingga operasi SAR berakhir, korban masih berstatus dalam pencarian.
Peristiwa ini bermula pada Rabu (4/3/2026), saat korban dilaporkan hilang dan diduga hanyut di Sungai Bilareng. Pencarian awal sempat dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat setempat sebelum akhirnya dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.
Selama tujuh hari operasi berlangsung, tim SAR gabungan melakukan berbagai upaya pencarian dengan menyisir aliran sungai serta sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut antara lain Basarnas Makassar, BPBD Kabupaten Gowa, Danposramil TNI AD Bontolempangan, Polsek Bungaya, SAR Universitas Negeri Makassar (UNM), SAR Universitas Hasanuddin (Unhas), Mountain Rescue Bawakaraeng, FPL Lompobattang, Rescue Bulu Bialo, serta masyarakat setempat.
Sementara itu, berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di wilayah pencarian saat operasi berlangsung dilaporkan berawan tebal dengan suhu sekitar 24°C, kelembapan 81 persen, serta kecepatan angin 17,4 kilometer per jam yang bertiup dari arah barat laut.
Dengan ditutupnya operasi SAR tersebut, seluruh unsur yang terlibat kini kembali ke posko masing-masing setelah selama beberapa hari melakukan pencarian di sekitar aliran Sungai Bilareng. (*)