RUJUKANNEWS.com, Gowa – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Gowa menghadirkan kisah menyentuh dari dunia anak-anak melalui lomba menulis surat bertema “Surat untuk Bupati Gowa”.

Salah satu perhatian besar datang dari Arsyla Nahra Al Fahmi, siswi SDN Centre Mawang, yang melalui tulisannya menyuarakan kepedulian terhadap anak-anak yang tidak bersekolah dan mengalami kekerasan.

Dalam suratnya, Arsyla mengungkapkan keprihatinan terhadap realitas sosial yang ia lihat langsung, mulai dari anak-anak yang dipaksa meminta-minta hingga anak yang tidak dapat bersekolah karena persoalan administrasi seperti ketiadaan akta lahir.

“Isi surat saya tentang kekerasan terhadap anak. Saya melihat masih banyak anak-anak yang seumuran saya yang tidak sekolah. Waktu itu saya lihat ada anak kecil dipukuli karena tidak mau meminta-minta, terus ada juga anak yang memungut sampah dan tidak sekolah karena tidak punya akta lahir. Saya berharap Ibu Bupati bisa membantu mereka supaya bisa sekolah,” ujar Arsyla.

Pesan polos namun kuat dari Arsyla menjadi gambaran bahwa suara anak-anak dapat menjadi refleksi penting bagi kebijakan pendidikan dan perlindungan sosial.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, sebelumnya memang menegaskan pentingnya memberi ruang bagi siswa untuk berbicara dan menyampaikan apa yang mereka rasakan, karena dari sanalah pemerintah bisa memahami kondisi riil dunia pendidikan.

Lomba menulis surat ini pun menjadi salah satu wadah bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi, empati, dan harapan mereka kepada pemimpin daerah.

(PS)