Sinjai,RujukanNews.com – Proyek pengerjaan saluran irigasi yang bersumber dari penganggaran APBN di wilayah Lembanna, Desa Bonto Salama, Kecamatan Sinjai Barat, menuai keluhan dari petani. Mereka menilai pekerjaan yang dilakukan kontraktor tidak merata. Bagian hulu dan hilir dikerjakan, namun titik tengah yang justru mengalami kerusakan paling parah tidak tersentuh perbaikan.

Keluhan itu pertama disampaikan Abdul Karim melalui media sosial. Ia menyebut masih ada sekitar 100 meter saluran sebelum hulu Magala yang belum dikerjakan pada tahun ini, padahal kondisi titik tersebut sangat berpengaruh terhadap maksimalnya aliran air.

Lanjut Membaca

Lanjut baca berita ini

Tunggu sebentar, isi berita lengkap akan segera dibuka.

Berita lengkap terbuka dalam 30 detik.