Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

Rujuknnews.com – Kuliner tradisional Indonesia selalu memiliki keunikan yang membuatnya menarik untuk dijelajahi. Setiap daerah menawarkan hidangan khas dengan racikan bumbu dan cara memasak yang berbeda. Salah satu kuliner yang wajib kamu kenal adalah Lontong Opor Ngloram dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Berbeda dari opor ayam pada umumnya yang identik dengan kuah berwarna kuning atau putih, Lontong Opor Ngloram justru memiliki kuah kemerahan dengan cita rasa gurih dan sedikit pedas. Perpaduan lontong, ayam kampung, santan, serta bumbu rempah menjadikan hidangan ini memiliki karakter rasa yang khas.

Kuliner yang dikenal melalui Opor Ayam Pak Pangat di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, ini juga memiliki cerita menarik di balik popularitasnya. Mulai dari resep tradisional hingga proses memasak yang masih mempertahankan cara lama, ada banyak alasan mengapa hidangan ini menarik perhatian pencinta kuliner.

Berikut delapan daya tarik Lontong Opor Ngloram yang bisa membuat pengalaman wisata kulinermu semakin berkesan.

1. Berawal dari Kuliner Rumahan yang Melegenda

Lontong Opor Ngloram dikenal sebagai salah satu kuliner khas yang berasal dari Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Hidangan ini populer melalui usaha Opor Ayam Pak Pangat yang mulai dirintis sekitar tahun 1997.

Awalnya, usaha tersebut merupakan bisnis kuliner sederhana yang menyajikan opor ayam untuk masyarakat sekitar. Namun, berkat cita rasanya yang khas dan konsistensi dalam mempertahankan resep, kuliner ini semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Seiring berjalannya waktu, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari kawasan Blora dan Cepu, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya.

Kisah tersebut membuktikan bahwa makanan tradisional dengan kualitas rasa yang terjaga mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan kuliner modern.

2. Memiliki Kuah Kemerahan yang Berbeda dari Opor Biasa

Salah satu keunikan yang langsung terlihat dari Lontong Opor Ngloram adalah warna kuahnya. Jika kebanyakan opor ayam menggunakan kuah berwarna putih atau kuning pucat, opor khas Ngloram memiliki tampilan kemerahan.

Warna tersebut berasal dari penggunaan cabai dalam racikan bumbunya. Selain memberikan tampilan yang berbeda, cabai juga menghadirkan sensasi pedas yang membuat cita rasanya semakin menarik.

Kuah santan yang gurih berpadu dengan rasa pedas dan aroma rempah. Perpaduan ini menghasilkan karakter rasa yang lebih berani dibandingkan opor ayam pada umumnya.

Buat kamu yang menyukai makanan berbumbu kuat, hidangan ini bisa menjadi pilihan menarik saat menjelajahi kuliner khas Jawa Tengah.

3. Menggunakan Ayam Kampung sebagai Bahan Utama

Keistimewaan Lontong Opor Ngloram juga terletak pada penggunaan ayam kampung. Bahan ini menjadi salah satu komponen penting yang memberikan karakter tersendiri pada hidangan.

Ayam kampung dikenal mempunyai tekstur daging lebih padat dibandingkan ayam broiler. Jika dimasak dengan waktu dan teknik yang tepat, dagingnya akan terasa empuk sekaligus mampu menyerap bumbu dengan baik.

Ketika dipadukan dengan kuah santan dan racikan rempah, potongan ayam menghadirkan rasa gurih yang semakin nikmat.

Penggunaan ayam kampung juga membuat hidangan ini terasa dekat dengan tradisi masakan rumahan masyarakat Jawa yang mengutamakan bahan sederhana dan pengolahan secara perlahan.

4. Menghadirkan Cita Rasa Rempah yang Kaya

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan rempah yang melimpah. Tidak mengherankan jika banyak makanan tradisional memiliki racikan bumbu yang kuat, termasuk Lontong Opor Ngloram.

Santan menjadi salah satu bahan yang memberikan tekstur gurih dan creamy pada kuah. Sementara itu, aneka bumbu dan rempah menghasilkan aroma harum yang menggugah selera.

Ketika disantap bersama potongan ayam, kuah opor memberikan sensasi rasa gurih, pedas, dan kaya bumbu dalam satu hidangan.

Tidak ketinggalan, tambahan bawang goreng dapat memberikan aroma sekaligus tekstur yang semakin melengkapi sajian.

Kombinasi bahan tersebut membuat Lontong Opor Ngloram cocok dinikmati sebagai menu sarapan, makan siang, maupun hidangan utama.

5. Mempertahankan Proses Memasak Tradisional dengan Kayu Bakar

Di tengah perkembangan teknologi memasak, proses pengolahan makanan secara tradisional masih menjadi daya tarik tersendiri.

Salah satunya dapat ditemukan dalam proses pembuatan Opor Ayam Pak Pangat yang dikenal mempertahankan penggunaan kayu bakar. Bahkan, kayu jati pernah disebut sebagai bahan bakar yang digunakan dalam proses memasaknya.

Teknik memasak seperti ini memperlihatkan bagaimana tradisi kuliner tetap dipertahankan dari waktu ke waktu.

Memasak menggunakan kayu bakar juga membutuhkan ketelatenan dalam mengatur panas agar makanan matang dengan baik. Hal tersebut menjadi bagian dari proses panjang dalam menghasilkan hidangan bercita rasa khas.

Bagi kamu yang menyukai kuliner autentik, tradisi memasak seperti ini tentu menjadi nilai tambah yang menarik.

6. Perpaduan Lontong dan Opor yang Mengenyangkan

Sesuai namanya, Lontong Opor Ngloram menggunakan lontong sebagai pendamping utama opor ayam.

Lontong memiliki tekstur lembut dan padat sehingga cocok dipadukan dengan kuah santan yang gurih. Ketika kuah meresap ke dalam potongan lontong, setiap suapan menghadirkan perpaduan rasa yang nikmat.

Tambahan potongan ayam kampung membuat hidangan ini semakin lengkap sebagai menu makan utama.

Jika kamu lebih menyukai nasi, tersedia pula pilihan untuk menikmati opor dengan nasi. Namun, kombinasi lontong dan opor tetap menjadi daya tarik utama yang membuat hidangan ini dikenal.

Sederhana, mengenyangkan, dan kaya rasa menjadi gambaran yang tepat untuk sajian tradisional tersebut.

7. Menjadi Destinasi Wisata Kuliner Favorit di Blora

Popularitas Lontong Opor Ngloram membuat hidangan ini menjadi salah satu tujuan wisata kuliner yang menarik di kawasan Cepu dan Blora.

Pengunjung yang datang biasanya ingin merasakan langsung cita rasa opor khas Ngloram yang berbeda dari hidangan serupa di daerah lain.

Bahkan, kuliner ini pernah menarik perhatian sejumlah tokoh dan pejabat yang berkunjung ke Kabupaten Blora.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa makanan tradisional memiliki potensi besar untuk mendukung pariwisata daerah.

Bagi masyarakat lokal, keberadaan usaha kuliner seperti ini juga dapat membantu memperkenalkan identitas daerah kepada wisatawan.

Jadi, jika kamu sedang merencanakan perjalanan ke Blora, tidak ada salahnya memasukkan Lontong Opor Ngloram ke dalam daftar wisata kuliner.

8. Lokasinya Dekat dengan Bandara Ngloram

Daya tarik lainnya adalah lokasi kuliner yang relatif mudah dijangkau. Opor Ayam Pak Pangat berada di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Lokasinya dikenal cukup dekat dengan Bandara Ngloram. Kondisi tersebut membuat kuliner ini menarik untuk dikunjungi wisatawan yang datang melalui kawasan tersebut.

Selain mencicipi makanan khas, kamu juga bisa menjadikan kunjungan ke Ngloram sebagai bagian dari perjalanan mengenal kehidupan masyarakat dan kekayaan kuliner Blora.

Namun, sebelum berkunjung, sebaiknya kamu mencari informasi terbaru mengenai jam operasional, ketersediaan menu, dan sistem pemesanan.

Warung ini pernah diberitakan menerapkan sistem pemesanan sehari sebelumnya karena tingginya permintaan. Oleh karena itu, melakukan konfirmasi terlebih dahulu bisa membantu perjalanan kulinermu berjalan lebih nyaman.

Kesimpulan

Lontong Opor Ngloram merupakan salah satu kuliner khas Blora yang menawarkan pengalaman menikmati opor ayam dengan cita rasa berbeda. Kuah kemerahan, perpaduan santan dan rempah, penggunaan ayam kampung, serta proses memasak tradisional menjadi keunikan yang membuatnya menarik untuk dicoba.

Tidak hanya menawarkan kelezatan, kuliner ini juga menyimpan cerita tentang usaha rumahan yang berkembang dan mampu memperkenalkan kekayaan makanan tradisional kepada masyarakat luas.

Bagi kamu yang gemar berburu kuliner Nusantara, Lontong Opor Ngloram bisa menjadi salah satu hidangan yang wajib masuk daftar perjalanan berikutnya.

Ingin menemukan lebih banyak rekomendasi kuliner khas daerah yang menggugah selera? Yuk, jelajahi berbagai informasi menarik seputar wisata kuliner, destinasi liburan, dan gaya hidup hanya di

Kuliner tradisional Indonesia selalu memiliki keunikan yang membuatnya menarik untuk dijelajahi. Setiap daerah menawarkan hidangan khas dengan racikan bumbu dan cara memasak yang berbeda. Salah satu kuliner yang wajib kamu kenal adalah Lontong Opor Ngloram dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Berbeda dari opor ayam pada umumnya yang identik dengan kuah berwarna kuning atau putih, Lontong Opor Ngloram justru memiliki kuah kemerahan dengan cita rasa gurih dan sedikit pedas. Perpaduan lontong, ayam kampung, santan, serta bumbu rempah menjadikan hidangan ini memiliki karakter rasa yang khas.

Kuliner yang dikenal melalui Opor Ayam Pak Pangat di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, ini juga memiliki cerita menarik di balik popularitasnya. Mulai dari resep tradisional hingga proses memasak yang masih mempertahankan cara lama, ada banyak alasan mengapa hidangan ini menarik perhatian pencinta kuliner.

Berikut delapan daya tarik Lontong Opor Ngloram yang bisa membuat pengalaman wisata kulinermu semakin berkesan.

1. Berawal dari Kuliner Rumahan yang Melegenda

Lontong Opor Ngloram dikenal sebagai salah satu kuliner khas yang berasal dari Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Hidangan ini populer melalui usaha Opor Ayam Pak Pangat yang mulai dirintis sekitar tahun 1997.

Awalnya, usaha tersebut merupakan bisnis kuliner sederhana yang menyajikan opor ayam untuk masyarakat sekitar. Namun, berkat cita rasanya yang khas dan konsistensi dalam mempertahankan resep, kuliner ini semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Seiring berjalannya waktu, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari kawasan Blora dan Cepu, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya.

Kisah tersebut membuktikan bahwa makanan tradisional dengan kualitas rasa yang terjaga mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan kuliner modern.

2. Memiliki Kuah Kemerahan yang Berbeda dari Opor Biasa

Salah satu keunikan yang langsung terlihat dari Lontong Opor Ngloram adalah warna kuahnya. Jika kebanyakan opor ayam menggunakan kuah berwarna putih atau kuning pucat, opor khas Ngloram memiliki tampilan kemerahan.

Warna tersebut berasal dari penggunaan cabai dalam racikan bumbunya. Selain memberikan tampilan yang berbeda, cabai juga menghadirkan sensasi pedas yang membuat cita rasanya semakin menarik.

Kuah santan yang gurih berpadu dengan rasa pedas dan aroma rempah. Perpaduan ini menghasilkan karakter rasa yang lebih berani dibandingkan opor ayam pada umumnya.

Buat kamu yang menyukai makanan berbumbu kuat, hidangan ini bisa menjadi pilihan menarik saat menjelajahi kuliner khas Jawa Tengah.

3. Menggunakan Ayam Kampung sebagai Bahan Utama

Keistimewaan Lontong Opor Ngloram juga terletak pada penggunaan ayam kampung. Bahan ini menjadi salah satu komponen penting yang memberikan karakter tersendiri pada hidangan.

Ayam kampung dikenal mempunyai tekstur daging lebih padat dibandingkan ayam broiler. Jika dimasak dengan waktu dan teknik yang tepat, dagingnya akan terasa empuk sekaligus mampu menyerap bumbu dengan baik.

Ketika dipadukan dengan kuah santan dan racikan rempah, potongan ayam menghadirkan rasa gurih yang semakin nikmat.

Penggunaan ayam kampung juga membuat hidangan ini terasa dekat dengan tradisi masakan rumahan masyarakat Jawa yang mengutamakan bahan sederhana dan pengolahan secara perlahan.

4. Menghadirkan Cita Rasa Rempah yang Kaya

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan rempah yang melimpah. Tidak mengherankan jika banyak makanan tradisional memiliki racikan bumbu yang kuat, termasuk Lontong Opor Ngloram.

Santan menjadi salah satu bahan yang memberikan tekstur gurih dan creamy pada kuah. Sementara itu, aneka bumbu dan rempah menghasilkan aroma harum yang menggugah selera.

Ketika disantap bersama potongan ayam, kuah opor memberikan sensasi rasa gurih, pedas, dan kaya bumbu dalam satu hidangan.

Tidak ketinggalan, tambahan bawang goreng dapat memberikan aroma sekaligus tekstur yang semakin melengkapi sajian.

Kombinasi bahan tersebut membuat Lontong Opor Ngloram cocok dinikmati sebagai menu sarapan, makan siang, maupun hidangan utama.

5. Mempertahankan Proses Memasak Tradisional dengan Kayu Bakar

Di tengah perkembangan teknologi memasak, proses pengolahan makanan secara tradisional masih menjadi daya tarik tersendiri.

Salah satunya dapat ditemukan dalam proses pembuatan Opor Ayam Pak Pangat yang dikenal mempertahankan penggunaan kayu bakar. Bahkan, kayu jati pernah disebut sebagai bahan bakar yang digunakan dalam proses memasaknya.

Teknik memasak seperti ini memperlihatkan bagaimana tradisi kuliner tetap dipertahankan dari waktu ke waktu.

Memasak menggunakan kayu bakar juga membutuhkan ketelatenan dalam mengatur panas agar makanan matang dengan baik. Hal tersebut menjadi bagian dari proses panjang dalam menghasilkan hidangan bercita rasa khas.

Bagi kamu yang menyukai kuliner autentik, tradisi memasak seperti ini tentu menjadi nilai tambah yang menarik.

6. Perpaduan Lontong dan Opor yang Mengenyangkan

Sesuai namanya, Lontong Opor Ngloram menggunakan lontong sebagai pendamping utama opor ayam.

Lontong memiliki tekstur lembut dan padat sehingga cocok dipadukan dengan kuah santan yang gurih. Ketika kuah meresap ke dalam potongan lontong, setiap suapan menghadirkan perpaduan rasa yang nikmat.

Tambahan potongan ayam kampung membuat hidangan ini semakin lengkap sebagai menu makan utama.

Jika kamu lebih menyukai nasi, tersedia pula pilihan untuk menikmati opor dengan nasi. Namun, kombinasi lontong dan opor tetap menjadi daya tarik utama yang membuat hidangan ini dikenal.

Sederhana, mengenyangkan, dan kaya rasa menjadi gambaran yang tepat untuk sajian tradisional tersebut.

7. Menjadi Destinasi Wisata Kuliner Favorit di Blora

Popularitas Lontong Opor Ngloram membuat hidangan ini menjadi salah satu tujuan wisata kuliner yang menarik di kawasan Cepu dan Blora.

Pengunjung yang datang biasanya ingin merasakan langsung cita rasa opor khas Ngloram yang berbeda dari hidangan serupa di daerah lain.

Bahkan, kuliner ini pernah menarik perhatian sejumlah tokoh dan pejabat yang berkunjung ke Kabupaten Blora.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa makanan tradisional memiliki potensi besar untuk mendukung pariwisata daerah.

Bagi masyarakat lokal, keberadaan usaha kuliner seperti ini juga dapat membantu memperkenalkan identitas daerah kepada wisatawan.

Jadi, jika kamu sedang merencanakan perjalanan ke Blora, tidak ada salahnya memasukkan Lontong Opor Ngloram ke dalam daftar wisata kuliner.

8. Lokasinya Dekat dengan Bandara Ngloram

Daya tarik lainnya adalah lokasi kuliner yang relatif mudah dijangkau. Opor Ayam Pak Pangat berada di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Lokasinya dikenal cukup dekat dengan Bandara Ngloram. Kondisi tersebut membuat kuliner ini menarik untuk dikunjungi wisatawan yang datang melalui kawasan tersebut.

Selain mencicipi makanan khas, kamu juga bisa menjadikan kunjungan ke Ngloram sebagai bagian dari perjalanan mengenal kehidupan masyarakat dan kekayaan kuliner Blora.

Namun, sebelum berkunjung, sebaiknya kamu mencari informasi terbaru mengenai jam operasional, ketersediaan menu, dan sistem pemesanan.

Warung ini pernah diberitakan menerapkan sistem pemesanan sehari sebelumnya karena tingginya permintaan. Oleh karena itu, melakukan konfirmasi terlebih dahulu bisa membantu perjalanan kulinermu berjalan lebih nyaman.

Kesimpulan

Lontong Opor Ngloram merupakan salah satu kuliner khas Blora yang menawarkan pengalaman menikmati opor ayam dengan cita rasa berbeda. Kuah kemerahan, perpaduan santan dan rempah, penggunaan ayam kampung, serta proses memasak tradisional menjadi keunikan yang membuatnya menarik untuk dicoba.

Tidak hanya menawarkan kelezatan, kuliner ini juga menyimpan cerita tentang usaha rumahan yang berkembang dan mampu memperkenalkan kekayaan makanan tradisional kepada masyarakat luas.

Bagi kamu yang gemar berburu kuliner Nusantara, Lontong Opor Ngloram bisa menjadi salah satu hidangan yang wajib masuk daftar perjalanan berikutnya.

Ingin menemukan lebih banyak rekomendasi kuliner khas daerah yang menggugah selera? Yuk, jelajahi berbagai informasi menarik seputar wisata kuliner, destinasi liburan, dan gaya hidup hanya di Rujukannews. Temukan inspirasi perjalanan baru dan kenali lebih dekat kekayaan kuliner Indonesia!

Wartawan: Safira, Editor: Safira