Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

Rujukannews.com – Indonesia memiliki kekayaan kuliner tradisional yang tidak hanya menawarkan cita rasa lezat, tetapi juga menyimpan cerita sejarah dan budaya masyarakatnya. Salah satu hidangan unik yang menarik untuk kamu kenal adalah rimo-rimo.

Kuliner khas Ternate, Maluku Utara, ini memiliki teknik memasak yang berbeda karena memanfaatkan bambu sebagai wadah untuk mengolah berbagai bahan makanan.

Menariknya, rimo-rimo tidak sekadar mengandalkan bahan makanan segar. Hidangan ini juga menggunakan beragam rempah yang menjadi identitas kuliner masyarakat Maluku Utara. Proses memasaknya dilakukan dengan cara membakar bambu berisi bahan makanan di atas api hingga matang.

Keunikan tersebut membuat rimo-rimo menjadi salah satu warisan kuliner Nusantara yang menarik untuk dicoba. Lantas, apa saja hal menarik dari makanan tradisional ini? Yuk, simak ulasannya berikut!

1. Berasal dari Tradisi Kuliner Masyarakat Ternate

Rimo-rimo merupakan salah satu tradisi memasak masyarakat Ternate, Maluku Utara. Hidangan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari pengetahuan kuliner masyarakat setempat.

Pada awalnya, teknik memasak rimo-rimo berkembang dari kebutuhan masyarakat ketika beraktivitas di hutan. Mereka membutuhkan cara sederhana untuk mengolah makanan tanpa harus membawa berbagai peralatan dapur seperti panci dan wajan.

Bambu kemudian dimanfaatkan sebagai wadah alami untuk memasak bahan makanan. Kebiasaan tersebut berkembang menjadi tradisi kuliner yang terus dipertahankan hingga sekarang.

Bagi masyarakat setempat, rimo-rimo bukan hanya tentang makanan, tetapi juga menggambarkan kemampuan leluhur dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya.

2. Menggunakan Bambu sebagai Wadah Memasak

Salah satu ciri khas rimo-rimo yang paling menarik adalah penggunaan bambu sebagai pengganti peralatan memasak modern.

Bambu dipotong menjadi beberapa bagian, kemudian bagian dalamnya digunakan untuk menampung bahan makanan dan bumbu. Setelah semua bahan dimasukkan, bambu akan ditutup menggunakan bahan alami sebelum dibakar di atas tungku.

Teknik ini membuat proses memasak rimo-rimo terlihat sederhana, tetapi tetap membutuhkan keterampilan khusus.

Jenis bambu yang digunakan juga tidak boleh sembarangan. Dalam tradisi memasak rimo, bambu yang dipilih biasanya tidak terlalu tua maupun terlalu muda agar sesuai untuk proses pengolahan makanan.

3. Memiliki Teknik Memasak Tanpa Menggunakan Air

Berbeda dengan beberapa hidangan tradisional yang dimasak menggunakan air, rimo-rimo memiliki teknik pengolahan yang unik karena tidak mengharuskan penggunaan air.

Bahan makanan dimasukkan langsung ke dalam bambu bersama bumbu rempah. Selanjutnya, bambu dibakar hingga seluruh bahan matang.

Proses ini memungkinkan sari alami dari bahan makanan keluar selama pemasakan. Hasilnya, cita rasa bahan dan bumbu dapat berpadu secara alami.

Teknik memasak tersebut menjadi salah satu pembeda rimo-rimo dengan hidangan bambu dari daerah lain.

4. Kaya Akan Rempah Khas Maluku Utara

Kelezatan rimo-rimo tidak terlepas dari penggunaan rempah-rempah. Maluku Utara memang dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki sejarah panjang dalam perdagangan rempah Nusantara.

Beberapa bumbu yang dapat digunakan untuk mengolah rimo-rimo antara lain kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, cabai, lada, pala, dan berbagai rempah lokal lainnya.

Selain memberikan rasa gurih dan sedikit pedas, perpaduan bumbu tersebut menghasilkan aroma harum yang menggugah selera.

Penggunaan rempah juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Ternate memanfaatkan kekayaan alam daerahnya untuk menciptakan hidangan dengan karakter rasa yang khas.

5. Memiliki Beragam Pilihan Bahan Makanan

Rimo-rimo tidak terbatas pada satu jenis bahan makanan. Teknik memasak tradisional ini dapat digunakan untuk mengolah berbagai bahan, mulai dari ikan, ayam, daging, sayuran, hingga umbi-umbian.

Beberapa bahan yang sering dijadikan hidangan rimo-rimo antara lain ikan tuna, cakalang, ayam, dan singkong.

Keanekaragaman bahan tersebut membuat kuliner ini memiliki banyak variasi. Kamu bisa menemukan sajian dengan cita rasa gurih dari ikan, aroma rempah dari olahan ayam, hingga hidangan berbahan dasar umbi-umbian.

Penggunaan bahan makanan juga memperlihatkan kedekatan masyarakat Ternate dengan lingkungan pesisir dan pertanian.

6. Ikan dan Ayam Menjadi Sajian yang Menggugah Selera

Di antara berbagai bahan yang dapat diolah, ikan dan ayam menjadi pilihan menarik dalam penyajian rimo-rimo.

Ikan dapat dipadukan dengan bumbu kuning yang terdiri dari kunyit, bawang, jahe, dan rempah lainnya. Salah satu variasinya adalah ikan masak rimo yang menghadirkan perpaduan rasa gurih dan aroma rempah.

Sementara itu, ayam dapat diolah bersama berbagai bumbu hingga menghasilkan sajian ayam rimo rempah.

Proses memasak menggunakan bambu membuat hidangan ini memiliki karakter tersendiri. Aroma bahan makanan dan rempah yang bercampur selama pemasakan menjadi daya tarik yang sulit ditemukan pada teknik memasak biasa.

7. Menyajikan Cita Rasa yang Berbeda dari Masakan Modern

Rimo-rimo menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda karena proses pengolahannya masih mempertahankan teknik tradisional.

Jika biasanya kamu memasak menggunakan panci, wajan, atau alat pemanggang modern, rimo-rimo justru memanfaatkan bambu dan bara api.

Perpaduan bahan makanan, rempah, serta proses pemasakan tersebut menghasilkan karakter rasa yang khas.

Aroma harum rempah menjadi salah satu daya tarik utamanya. Selain itu, penggunaan bahan makanan segar membuat hidangan ini memiliki cita rasa yang menggambarkan kekayaan kuliner lokal.

Bagi kamu yang senang mencoba makanan tradisional, rimo-rimo bisa menjadi pilihan menarik ketika berkunjung ke Ternate.

8. Menjadi Bagian dari Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan

Di balik kelezatannya, rimo-rimo menyimpan nilai budaya yang penting bagi masyarakat Ternate.

Tradisi ini memperlihatkan pengetahuan leluhur dalam mengolah makanan, memanfaatkan sumber daya alam, serta mempertahankan kebiasaan memasak yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Rimo-rimo juga menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat Maluku Utara. Keberadaannya menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan cerita tentang kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Saat ini, pengenalan rimo-rimo kepada wisatawan menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan kuliner tradisional tersebut.

Dengan semakin banyak orang yang mengenal dan mencicipinya, warisan kuliner ini diharapkan tetap bertahan di tengah perkembangan makanan modern.

9. Menjadi Daya Tarik Wisata Kuliner di Ternate

Bagi kamu yang berencana berlibur ke Maluku Utara, mencicipi rimo-rimo bisa menjadi pengalaman wisata kuliner yang menarik.

Salah satu tempat yang memperkenalkan tradisi penyajian makanan ini adalah Desa Wisata Cengkeh Afo dan Gamalama Spices di Kota Ternate.

Di tempat tersebut, wisatawan dapat mengenal tradisi memasak menggunakan bambu sekaligus menikmati berbagai sajian khas daerah.

Beberapa hidangan yang diperkenalkan antara lain ayam rempah, ikan kerapu kuah kuning kenari, sayur lilin ikan tuna, serta singkong ngo.

Pengalaman ini tentu memberikan kesan berbeda karena kamu tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga berkesempatan mengenal proses pengolahan dan budaya lokal yang menyertainya.

Kesimpulan

Rimo-rimo merupakan kuliner tradisional khas Ternate yang memiliki keunikan dari segi bahan, bumbu, hingga teknik memasaknya. Penggunaan bambu sebagai wadah alami dan proses pembakaran tanpa mengharuskan penambahan air menjadikan hidangan ini berbeda dari masakan pada umumnya.

Selain menawarkan perpaduan cita rasa rempah yang khas, rimo-rimo juga menyimpan nilai sejarah dan budaya masyarakat Maluku Utara. Oleh karena itu, keberadaannya perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda maupun wisatawan.

Jika kamu berkesempatan mengunjungi Ternate, jangan lewatkan kesempatan untuk mengenal dan mencicipi kuliner tradisional yang satu ini.

Ingin mengenal lebih banyak kuliner tradisional, destinasi wisata menarik, dan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia? Temukan berbagai informasi dan inspirasi menarik lainnya hanya di Rujukannews. Jangan lewatkan cerita unik Nusantara yang sayang untuk kamu lewatkan!

Wartawan: Safira, Editor: Safira