Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

Rujukannews.com – Sate Rembiga menjadi salah satu kuliner khas Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang wajib kamu coba ketika berkunjung ke Pulau Seribu Masjid. Berbeda dari sate pada umumnya, makanan ini menawarkan perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih yang meresap hingga ke dalam daging.

Menggunakan daging sapi sebagai bahan utama, Sate Rembiga memiliki tekstur yang empuk dengan bumbu khas yang menggugah selera. Nama Rembiga sendiri berasal dari sebuah kawasan di Kota Mataram, Lombok, yang dikenal sebagai tempat asal kuliner tersebut.

Keistimewaan makanan ini bukan hanya terletak pada rasanya, tetapi juga proses pengolahan dan tradisi kuliner yang melekat di dalamnya. Nah, sebelum mencicipinya langsung, yuk kenali beberapa fakta menarik tentang Sate Rembiga berikut ini!

1. Berasal dari Kawasan Rembiga di Lombok

Sesuai namanya, Sate Rembiga berasal dari kawasan Rembiga yang berada di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Daerah ini dikenal sebagai salah satu pusat kuliner khas Lombok yang cukup populer di kalangan wisatawan.

Nama Rembiga kemudian melekat sebagai identitas makanan berbahan dasar daging sapi tersebut. Seiring waktu, popularitasnya semakin meningkat dan membuat Sate Rembiga dikenal sebagai salah satu ikon wisata kuliner Lombok.

2. Menggunakan Daging Sapi Berkualitas

Salah satu ciri khas Sate Rembiga adalah penggunaan daging sapi sebagai bahan utamanya. Daging dipotong menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah ditusuk dan matang secara merata ketika dibakar.

Pemilihan daging menjadi bagian penting karena menentukan tekstur dan kelezatan sate. Daging yang segar dan memiliki kualitas baik akan menghasilkan sate yang lebih empuk serta tidak terlalu sulit dikunyah.

Potongan daging tersebut kemudian dipersiapkan untuk menjalani proses marinasi menggunakan bumbu khas sebelum dibakar.

3. Memiliki Bumbu Pedas yang Kaya Rempah

Kalau kamu menyukai makanan bercita rasa pedas, Sate Rembiga bisa menjadi pilihan yang menarik. Bumbu sate ini menggunakan beberapa bahan sederhana, tetapi menghasilkan rasa yang kuat dan khas.

Beberapa bahan yang biasa digunakan antara lain:

  • Cabai rawit merah untuk menghasilkan sensasi pedas.

  • Bawang merah dan bawang putih sebagai bumbu dasar.

  • Terasi untuk memberikan aroma dan rasa gurih.

  • Kemiri untuk menambah kekayaan rasa.

  • Gula merah untuk memberikan sentuhan manis.

  • Garam dan rempah lainnya sebagai penyeimbang rasa.

Kombinasi tersebut membuat Sate Rembiga mempunyai karakter rasa yang berbeda dari sate lainnya. Setiap gigitan menghadirkan perpaduan pedas, gurih, dan sedikit manis yang terasa nikmat.

4. Bumbu Meresap Sebelum Daging Dibakar

Rahasia kelezatan Sate Rembiga tidak hanya terletak pada racikan bumbunya, tetapi juga proses pengolahannya.

Sebelum dibakar, potongan daging sapi terlebih dahulu dicampurkan dengan bumbu halus. Daging kemudian didiamkan selama beberapa waktu agar bumbu meresap ke dalam seratnya.

Proses marinasi ini menjadi salah satu tahapan penting untuk menghasilkan rasa yang lebih maksimal. Dengan begitu, kamu tidak hanya merasakan bumbu pada bagian luar daging, tetapi juga sampai ke bagian dalamnya.

Setelah proses marinasi selesai, daging ditusuk menggunakan tusuk sate dan siap dipanggang.

5. Dibakar Menggunakan Arang untuk Aroma yang Khas

Proses pembakaran menjadi salah satu daya tarik Sate Rembiga. Daging yang sudah dibumbui kemudian dipanggang di atas bara arang hingga matang.

Panas dari arang membantu menghasilkan tekstur bagian luar daging yang sedikit kering, sementara bagian dalamnya tetap terasa empuk jika proses pemanggangan dilakukan dengan tepat.

Selain itu, aroma asap dari pembakaran arang memberikan sensasi tersendiri. Perpaduan aroma daging panggang dan bumbu rempah membuat siapa pun mudah tergoda untuk segera mencicipinya.

6. Tidak Mengandalkan Bumbu Kacang seperti Sate Lainnya

Salah satu keunikan Sate Rembiga adalah cara penyajiannya yang berbeda dari beberapa jenis sate populer di Indonesia.

Jika Sate Madura identik dengan saus kacang dan kecap manis, Sate Rembiga justru mengandalkan bumbu marinasi yang sudah meresap ke dalam daging.

Artinya, kamu bisa langsung menikmati sate tanpa harus menambahkan saus yang terlalu banyak. Rasa pedas dan gurih dari racikan bumbunya sudah cukup memberikan pengalaman makan yang memuaskan.

Karakter inilah yang membuat Sate Rembiga memiliki identitas tersendiri di antara kekayaan kuliner Nusantara.

7. Lebih Nikmat Disantap Bersama Nasi atau Lontong

Meskipun bisa dinikmati secara langsung, Sate Rembiga akan terasa semakin lengkap ketika disajikan bersama makanan pendamping.

Ada beberapa pilihan pelengkap yang bisa kamu coba, di antaranya:

  • Nasi putih hangat: Cocok untuk menyeimbangkan rasa pedas dari bumbu sate.

  • Lontong: Memberikan tekstur lembut dan mengenyangkan.

  • Plecing kangkung: Sayuran khas Lombok dengan sambal tomat yang menawarkan sensasi pedas dan segar.

  • Sambal tambahan: Bisa menjadi pilihan bagi kamu yang menyukai makanan dengan rasa lebih pedas.

Kombinasi sate, nasi hangat, dan plecing kangkung menjadi salah satu perpaduan yang menarik untuk dicoba ketika berwisata kuliner di Lombok.

8. Menjadi Daya Tarik Wisata Kuliner Lombok

Sate Rembiga bukan sekadar makanan untuk mengisi perut. Kuliner ini juga menjadi bagian dari identitas dan kekayaan gastronomi masyarakat Lombok.

Keberadaannya bahkan menarik perhatian wisatawan yang ingin mengenal budaya lokal melalui makanan tradisional. Kawasan Rembiga di Mataram menjadi salah satu tempat yang bisa kamu kunjungi untuk mencicipi hidangan tersebut.

Salah satu rumah makan yang dikenal dengan sajian Sate Rembiga adalah Sate Rembiga Ibu Sinnaseh. Tempat ini tercatat mulai beroperasi sejak 1988 dan menjadi salah satu nama yang melekat dengan popularitas kuliner tersebut.

Melalui makanan ini, kamu bisa mengenal bagaimana masyarakat setempat mempertahankan resep dan cita rasa tradisional dari generasi ke generasi.

Kesimpulan

Sate Rembiga merupakan salah satu kuliner khas Lombok yang memiliki keunikan dari segi rasa, bahan, hingga cara pengolahannya. Menggunakan daging sapi dengan racikan bumbu pedas, gurih, dan manis, makanan ini menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dari sate pada umumnya.

Mulai dari proses marinasi, pembakaran menggunakan arang, hingga penyajian bersama nasi dan plecing kangkung, semuanya menjadi daya tarik tersendiri.

Jadi, kalau kamu berkesempatan mengunjungi Lombok, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Sate Rembiga. Kuliner tradisional ini bisa menjadi salah satu pengalaman wisata kuliner yang sulit dilupakan.

Ingin mengenal lebih banyak makanan tradisional yang menggugah selera? Yuk, temukan berbagai rekomendasi kuliner Nusantara, resep makanan khas daerah, dan destinasi wisata menarik lainnya hanya di Rujukannews. Temukan cerita unik di balik setiap hidangan dan jadikan perjalanan kulinermu semakin berkesan!

Wartawan: Safira, Editor: Safira