Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

Rujukannews.com – Mango Sticky Rice menjadi salah satu dessert khas Thailand yang berhasil menarik perhatian pencinta kuliner dari berbagai negara. Hidangan ini menawarkan perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur lembut yang membuat siapa saja ingin mencicipinya lagi.

Sesuai namanya, Mango Sticky Rice menggunakan mangga matang dan ketan sebagai bahan utama. Keduanya disajikan bersama saus santan yang gurih sehingga menghasilkan kombinasi rasa yang unik.

Menariknya, makanan penutup ini tidak hanya terkenal di Thailand, tetapi juga semakin populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bahkan, kamu bisa menemukan Mango Sticky Rice di sejumlah restoran Thailand maupun gerai dessert kekinian.

Lantas, apa yang membuat hidangan ini begitu istimewa? Yuk, kenali delapan fakta menarik Mango Sticky Rice berikut ini!

1. Berasal dari Tradisi Kuliner Thailand

Mango Sticky Rice atau dalam bahasa Thailand dikenal sebagai Khao Niew Mamuang merupakan makanan penutup tradisional yang sudah lama dikenal masyarakat Thailand.

Hidangan ini menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan, seperti beras ketan, santan, gula, garam, dan mangga matang.

Perpaduan bahan tersebut menghasilkan dessert dengan cita rasa khas Asia Tenggara. Masyarakat Thailand biasanya menikmati hidangan ini sebagai makanan penutup setelah menyantap hidangan utama.

Seiring perkembangan pariwisata dan popularitas kuliner Thailand, Mango Sticky Rice mulai dikenal wisatawan mancanegara. Kini, makanan tersebut menjadi salah satu ikon kuliner Thailand yang banyak diburu wisatawan.

2. Menggunakan Mangga Matang yang Manis

Salah satu kunci kelezatan Mango Sticky Rice terletak pada pemilihan buah mangga. Mangga yang digunakan biasanya sudah matang sempurna sehingga memiliki rasa manis alami dan tekstur daging yang lembut.

Mangga dipotong menjadi beberapa bagian, kemudian disajikan berdampingan dengan ketan. Rasa segar dari buah mangga memberikan keseimbangan terhadap tekstur ketan yang cenderung padat dan lengket.

Kamu juga bisa menemukan variasi hidangan ini yang menggunakan jenis mangga berbeda. Namun, mangga dengan daging buah lembut, aroma harum, dan rasa manis biasanya menjadi pilihan favorit.

Jika ingin membuatnya sendiri di rumah, pilih mangga yang matang tetapi tidak terlalu lembek agar bentuk potongannya tetap cantik saat disajikan.

3. Ketan Menjadi Bahan Utama yang Tidak Boleh Terlewatkan

Berbeda dengan dessert berbahan dasar nasi biasa, Mango Sticky Rice menggunakan beras ketan yang memiliki tekstur lengket setelah dimasak.

Beras ketan biasanya direndam terlebih dahulu sebelum dikukus hingga matang. Setelah itu, ketan dicampurkan dengan santan, gula, dan sedikit garam agar rasanya lebih gurih.

Proses tersebut membuat ketan memiliki tekstur lembut, pulen, dan sedikit creamy. Ketika dipadukan dengan mangga, muncul kombinasi rasa yang membuat hidangan ini terasa istimewa.

Kamu bisa membayangkan sensasi menikmati ketan hangat dengan potongan mangga dingin yang menyegarkan. Perbedaan tekstur dan suhu tersebut menjadi salah satu daya tarik Mango Sticky Rice.

4. Saus Santan Memberikan Cita Rasa Gurih

Selain mangga dan ketan, saus santan menjadi komponen penting yang menentukan kelezatan Mango Sticky Rice.

Saus ini biasanya dibuat dari santan yang dimasak bersama gula dan sedikit garam. Hasilnya adalah saus dengan tekstur kental serta perpaduan rasa gurih dan manis.

Saus santan kemudian disiramkan di atas ketan sebelum disajikan bersama potongan mangga.

Perpaduan santan dan buah mangga mungkin terdengar sederhana. Namun, kombinasi tersebut justru menghasilkan rasa yang khas dan berbeda dari dessert pada umumnya.

Beberapa penjual juga menambahkan sedikit santan kental sebagai topping untuk mempercantik tampilan sekaligus memperkuat cita rasanya.

5. Sering Ditambahkan Topping Wijen atau Kacang Hijau

Untuk memberikan sensasi berbeda, Mango Sticky Rice terkadang disajikan dengan tambahan topping.

Salah satu topping yang cukup umum ditemukan adalah biji wijen sangrai. Taburan wijen memberikan aroma khas dan tekstur renyah ketika disantap bersama ketan yang lembut.

Selain itu, ada pula variasi yang menggunakan kacang hijau kupas yang telah disangrai hingga kering.

Tambahan topping tersebut membuat pengalaman menikmati Mango Sticky Rice semakin menarik karena terdapat perpaduan tekstur lembut, lengket, dan renyah dalam satu hidangan.

Meskipun begitu, topping bukanlah komponen utama. Kamu tetap bisa menikmati kelezatan dessert ini hanya dengan ketan, mangga, dan saus santan.

6. Memiliki Perpaduan Rasa Manis, Gurih, dan Segar

Salah satu alasan Mango Sticky Rice disukai banyak orang adalah kombinasi rasanya yang seimbang.

Mangga memberikan rasa manis dan sedikit sensasi segar. Sementara itu, ketan menghadirkan tekstur pulen dengan cita rasa gurih dari santan.

Ketika keduanya disatukan, saus santan akan menyempurnakan rasa sehingga setiap suapan terasa lebih nikmat.

Dessert ini juga memiliki karakter rasa yang berbeda dibandingkan kue atau puding pada umumnya. Jika kebanyakan makanan penutup didominasi rasa manis, Mango Sticky Rice menawarkan perpaduan rasa manis dan gurih yang lebih menonjol.

Tidak heran jika hidangan ini cocok dinikmati oleh kamu yang menyukai makanan penutup dengan cita rasa tidak terlalu sederhana.

7. Menjadi Kuliner Favorit Wisatawan yang Berkunjung ke Thailand

Mango Sticky Rice termasuk salah satu makanan yang banyak dicari wisatawan ketika berkunjung ke Thailand.

Kamu bisa menemukan hidangan ini di berbagai tempat, mulai dari pasar tradisional, kedai makanan, restoran, hingga pusat kuliner modern.

Banyak wisatawan menjadikan Mango Sticky Rice sebagai kuliner wajib coba karena hidangan ini menawarkan pengalaman mencicipi makanan tradisional Thailand.

Selain rasanya yang lezat, tampilannya juga cukup menarik untuk diabadikan dalam foto. Potongan mangga berwarna kuning cerah yang disajikan bersama ketan putih dan saus santan membuat dessert ini terlihat menggugah selera.

Popularitasnya semakin meningkat berkat media sosial yang membuat banyak orang tertarik mencoba makanan khas Thailand tersebut.

8. Mudah Dibuat Sendiri dengan Bahan Sederhana

Kabar baiknya, kamu tidak harus pergi ke Thailand untuk menikmati Mango Sticky Rice. Dessert ini cukup mudah dibuat sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang relatif sederhana.

Berikut bahan yang perlu kamu siapkan:

  • 250 gram beras ketan putih.

  • 2 buah mangga matang.

  • 200 ml santan.

  • 3 sendok makan gula pasir.

  • 1/2 sendok teh garam.

  • Wijen sangrai secukupnya.

Cara membuat Mango Sticky Rice:

  1. Cuci beras ketan hingga bersih, kemudian rendam selama beberapa jam agar teksturnya lebih mudah matang.

  2. Kukus beras ketan sampai empuk dan pulen.

  3. Masak santan bersama gula dan garam menggunakan api kecil. Aduk perlahan agar santan tidak pecah.

  4. Campurkan sebagian santan ke dalam ketan yang masih panas, lalu diamkan hingga meresap.

  5. Kupas mangga dan potong sesuai selera.

  6. Tata ketan dan potongan mangga di atas piring saji.

  7. Siram dengan sisa saus santan, kemudian tambahkan wijen sangrai sebagai topping.

Mango Sticky Rice buatan sendiri siap dinikmati. Kamu bisa menyajikannya dalam kondisi hangat atau suhu ruang sesuai selera.

Kesimpulan

Mango Sticky Rice bukan sekadar dessert biasa, tetapi juga bagian dari kekayaan kuliner tradisional Thailand yang memiliki cita rasa khas. Perpaduan mangga matang, ketan pulen, dan saus santan gurih membuat hidangan ini digemari oleh banyak pencinta kuliner.

Mulai dari sejarahnya, bahan utama, variasi topping, hingga cara pembuatannya, ada banyak hal menarik yang bisa kamu kenali dari makanan penutup ini.

Jika kamu ingin mencoba dessert dengan perpaduan rasa manis, gurih, dan menyegarkan, Mango Sticky Rice bisa menjadi pilihan yang menarik. Bahkan, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah menggunakan bahan sederhana.

Itulah delapan fakta menarik tentang Mango Sticky Rice, dessert khas Thailand yang menggugah selera. Ingin menemukan informasi kuliner lainnya, mulai dari makanan tradisional Nusantara hingga hidangan populer mancanegara? Yuk, baca berbagai artikel menarik seputar kuliner, resep, dan destinasi wisata hanya di Rujukannews!

Wartawan: Safira, Editor: Safira