RUJUKANNEWS.com, GOWA — Kondisi jalan menuju Dusun Borongbulo, Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangan, saat ini benar-benar memprihatinkan. Jalan yang setiap hari dilalui warga itu rusak parah dan nyaris tidak layak digunakan.
Dari pantauan di lapangan, jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer tersebut terlihat berlumpur, berlubang, dan dipenuhi batu. Di beberapa titik bahkan tergenang air, dengan bekas roda kendaraan yang cukup dalam.
Kalau musim hujan, kondisi jalan semakin parah. Licin, berlumpur, dan susah dilalui.

Baik motor maupun mobil sama-sama kesulitan. Warga harus marrangi setiap hari hanya untuk keluar masuk kampung.
“Sudah bertahun-tahun ini pak, begini terus jalannya. Tidak pernah diperbaiki,” ujar salah satu warga.
Warga lain juga menyampaikan hal yang sama. Menurut mereka, jalan tersebut memang pernah diperbaiki dengan pengecoran, namun sekarang kembali rusak.
“Dulu pernah dicor, tapi sekarang hancur lagi. Motor setengah mati lewat sini, apalagi kalau hujan, marrangi,” kata warga lainnya.
Bukan hanya jalan utama, akses menuju rumah Daeng Sudding (Kakek Rangga) juga lebih parah. Masih banyak bagian jalan yang berupa tanah, berbatu, bahkan berlumpur saat hujan turun.

Kondisi ini tentu berdampak langsung pada kehidupan warga. Anak sekolah kesulitan berangkat, warga yang sakit juga sulit dijangkau, dan aktivitas sehari-hari ikut terhambat.
Salah satu tokoh masyarakat setempat menyebut, sebelumnya sudah ada sebagian jalan yang diaspal.
“Waktu pemerintahan Bupati Adnan Purichta Ichsan, ada sekitar satu kilometer yang sudah diaspal. Itu masih bagus sampai sekarang,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah bisa kembali melanjutkan perbaikan jalan tersebut, apalagi diketahui Bupati Gowa yang baru juga sudah pernah datang ke lokasi.
“Mudah-mudahan ini sudah bisa diaspal lagi. Sudah pernah juga ke sini bupati, jadi kami berharap ada lanjutannya,” tambahnya.
Saat ini warga hanya bisa berharap.
Semoga jalan yang sudah lama rusak ini bisa segera diperbaiki, agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu setiap hari. (*)