RUJUKANNEWS.com, GOWA — Pengunduran diri seluruh pengurus Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) Desa Lassa-Lassa secara serentak pada 26 Januari 2026 kini menjadi perhatian masyarakat luas. Informasi tersebut dipublikasikan melalui akun Facebook BPD Lassa-Lassa Terkini dan langsung menuai beragam tanggapan dari warga. (10/1/2026)

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pengurus Kopdes Merah Putih Desa Lassa-Lassa resmi mengundurkan diri dari kepengurusan sekaligus keanggotaan. Unggahan itu juga disertai pertanyaan terbuka terkait kebijakan Pemerintah Desa serta masa depan koperasi ke depan.

Sejumlah komentar warga pun bermunculan dan menggambarkan beragam pandangan atas peristiwa tersebut. Salah satunya disampaikan oleh akun Achmad Akram, yang menulis:

“Mungkin karena kapabitas kurang meyakinkan dengan beberapa pertimbangan berbuat yang terbaik buat desa”

Sementara akun M Kasim menilai pengunduran diri tersebut sebagai sebuah langkah yang justru dinilai bijak:

“Langkah mundur untuk memajukan itulah pemikiran cerdas”

Namun, kekhawatiran juga disampaikan oleh warga lain. Musannif Husni menilai pengunduran diri massal ini berpotensi menghambat jalannya koperasi desa. Ia menulis:

“Kenapa bisa begini . Keadaan seperti ini akan menghambat proses kegiatan KOPERASI. krn akan mulai dr nol lagi melalui perekrutan pengurus dll”

Beragam komentar tersebut menunjukkan bahwa pengunduran diri serentak pengurus Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi persoalan internal, namun telah menjadi isu publik yang menyita perhatian masyarakat Desa Lassa-Lassa.

Koperasi Desa Merah Putih selama ini diharapkan menjadi wadah penguatan ekonomi desa dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, mundurnya seluruh pengurus sekaligus menimbulkan tanda tanya besar terkait tata kelola dan kebijakan yang berjalan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Lassa-Lassa terkait penyebab pengunduran diri massal tersebut maupun langkah yang akan diambil untuk memastikan keberlanjutan Koperasi Desa Merah Putih ke depan.

 

Jurnalis: Syadir Ali