RUJUKANNEWS.com, GOWA — Pengunduran diri seluruh pengurus Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) Desa Lassa-Lassa secara serentak pada 26 Januari 2026 terus menjadi perhatian publik. Informasi tersebut sebelumnya dipublikasikan melalui akun Facebook BPD Lassa-Lassa Terkini dan memicu beragam tanggapan masyarakat. (10/2/2026)

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pengurus Kopdes Merah Putih Desa Lassa-Lassa resmi mengundurkan diri dari kepengurusan sekaligus keanggotaan. Unggahan itu juga mempertanyakan kebijakan Pemerintah Desa serta masa depan koperasi ke depan.

Menanggapi hal tersebut, PJ Kepala Desa Lassa-Lassa, Salahuddin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa, membenarkan adanya pengunduran diri pengurus koperasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa surat pengunduran diri telah diterima oleh pemerintah desa.

“Iye sdh ada surat pengundurannya sebagai pengurus tapi sampai sekarang blm ada progres ut perekrutan kembali,” ujar Salahuddin kepada wartawan, Senin (10/2/2026).

Namun saat ditanya terkait alasan pengunduran diri serentak tersebut, PJ Kades mengaku belum mengetahui secara pasti penyebabnya.

“Kurang2 mengertia juga,” singkatnya.

Sementara itu, di media sosial, peristiwa ini memunculkan beragam komentar warga. Salah satunya dari akun Achmad Akram, yang menulis:

“Mungkin karena kapabitas kurang meyakinkan dengan beberapa pertimbangan berbuat yang terbaik buat desa”

Komentar lain disampaikan oleh M Kasim, yang menilai langkah mundur tersebut sebagai keputusan yang tepat:

“Langkah mundur untuk memajukan itulah pemikiran cerdas”

Namun kekhawatiran juga muncul dari warga lainnya. Musannif Husni menilai pengunduran diri massal ini berpotensi menghambat roda koperasi desa.

“Kenapa bisa begini . Keadaan seperti ini akan menghambat proses kegiatan KOPERASI. krn akan mulai dr nol lagi melalui perekrutan pengurus dll”

Beragam tanggapan tersebut menunjukkan bahwa pengunduran diri serentak pengurus Kopdes Merah Putih bukan hanya menjadi persoalan internal, namun telah menjadi isu publik yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi desa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan mengenai alasan utama pengunduran diri tersebut.

 

Jurnalis: Syadir Ali