RUJUKANNEWS.com, MAKASSAR β€” Kabar membanggakan kembali datang dari Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba. Salah satu putra terbaiknya, Junaedi, S.Pd., M.Pd., akan menjalani Sidang Promosi Doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. (11/2/2026)

Sidang akademik bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 10.00 WITA hingga selesai, bertempat di Lantai 1 Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Momentum ini bukan sekadar agenda ilmiah, tetapi juga menjadi penanda lahirnya inspirasi baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda dari kampung halaman Junaedi.

Junaedi tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Dirasah Islamiyah dengan konsentrasi Pendidikan dan Keguruan. Dalam sidang terbuka ini, ia akan mempertahankan disertasi berjudul β€œPengembangan Bahan Ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Berbasis Kearifan Lokal Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Madani Alauddin.”

Penelitian tersebut menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai kearifan lokal dalam bahan ajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih dekat dengan kehidupan peserta didik, lebih bermakna, serta mampu memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi pendidikan.

Perjalanan akademik Junaedi dikenal penuh perjuangan. Berasal dari keluarga sederhana, ia menapaki pendidikan dengan kerja keras, semangat pantang menyerah, serta dedikasi sebagai guru madrasah sekaligus penulis. Promosi doktor ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita tertinggi dalam pendidikan.

Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar melalui undangan resminya berharap civitas akademika dan masyarakat luas dapat hadir memberikan doa dan dukungan. Kehadiran para sahabat, kolega, dan keluarga diyakini akan menambah kekhidmatan tradisi akademik tersebut.

Bagi masyarakat Bontotangnga dan Bulukumba, momen ini menjadi kebanggaan tersendiri. Nama desa kembali digaungkan di panggung akademik, menegaskan bahwa dari kampung pun dapat lahir doktor-doktor yang memberi cahaya bagi pendidikan bangsa.

Jurnalis: Syadir Ali