RUJUKANNEWS.com, GOWA – Pengelolaan website resmi kembali menuai sorotan publik setelah bendahara desa mengonfirmasi total anggaran sebesar Rp28.195.000 untuk program tersebut, yang disebut telah mencakup dua kali pelatihan.
“28.195.000 dengan pelatihan 2 kali, ye,” ujar Bendahara Desa Bontoloe, Mendang, saat dikonfirmasi media ini. (12/2/2026)
Namun, hingga saat ini, website desa tersebut dinilai belum menunjukkan pembaruan yang signifikan. Informasi yang tersedia masih terbatas, sejumlah menu belum aktif terisi, dan fungsi website sebagai media transparansi publik belum berjalan maksimal.
Lebih lanjut, bendahara mengakui bahwa pembayaran dilakukan secara global atau dalam satu paket, tanpa pemisahan rincian antara biaya pembuatan dan biaya pelatihan.
“Tabe’ pak, kami hanya membayar global, kami kurang tau dana pelatihannya ye, karena digabung,” jelasnya.
Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan mengenai detail perencanaan dan pengawasan penggunaan anggaran, khususnya dalam konteks transparansi dana desa. Publik tentu berharap bahwa anggaran yang telah dikeluarkan—terlebih mencakup dua kali pelatihan—dapat menghasilkan sistem pengelolaan website yang aktif dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari wilayah administratif , pengelolaan dana desa tidak hanya dituntut terealisasi secara administrasi, tetapi juga memberikan output nyata yang dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat.
Website desa sejatinya menjadi etalase informasi publik, ruang transparansi anggaran, serta sarana komunikasi pemerintah desa dengan warganya. Ketika pembaruan tidak berjalan, maka wajar jika muncul evaluasi dan pertanyaan dari publik.
Media ini tetap membuka ruang klarifikasi dan penjelasan lanjutan dari pemerintah desa guna memastikan pengelolaan dana desa berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan keterbukaan informasi.
Jurnalis: Syadir Ali
