RUJUKANNEWS.com, GOWA – Konro Mawang kini menjadi salah satu destinasi kuliner hidden gem yang sedang viral di Kabupaten Gowa. Kuliner khas Makassar ini dikenal karena kelembutan dagingnya yang dimasak dengan bumbu khas hingga empuk sebelum dibakar, sehingga menghasilkan cita rasa yang meresap dan nikmat.

Berlokasi di Jalan Malino, lorong samping Kantor Lurah Mawang, Kecamatan Somba Opu, Konro Mawang kini juga telah membuka cabang baru di Jalan DR. Wahidin Sudirohusodo (depan Dinas Kesehatan) Gowa. Kehadiran cabang di poros jalan utama ini memudahkan pelanggan untuk mengakses lokasi, mengingat sebelumnya tempat ini hanya berada di dalam lorong.

Konro Mawang buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WITA. Khusus di bulan Ramadhan, masyarakat tetap dapat menikmati sajian khas ini sebagai menu berbuka puasa mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WITA.

Beberapa menu unggulan yang menjadi favorit pelanggan antara lain Konro Bakar Saus Kacang yang memiliki perpaduan rasa gurih dan manis, Sop Konro dan Sop Kikil dengan kuah rempah yang kental namun tetap segar, serta menu unik seperti Coto kuah putih dan nasi goreng dengan topping daging konro bakar.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp15.000 hingga Rp60.000 per porsi.

Menurut owner Konro Mawang, Muh. Salehuddin Nur, ayah dari enam orang anak, usaha ini telah dirintis sejak tahun 2012 dengan mengandalkan resep turun-temurun keluarga. Cita rasa kuah yang khas serta bumbu kacang yang gurih menjadi identitas kuat dari sajian konro yang ditawarkan.

Salah satu pelanggan, Ibu Asnani, menyampaikan bahwa Sop Konro di Konro Mawang memiliki cita rasa tradisional yang kini mulai sulit ditemukan. Ia menilai bahwa rasa yang disajikan tetap mempertahankan keaslian konro tradisional, sesuatu yang saat ini sudah jarang dijumpai.

Dengan cita rasa autentik dan akses lokasi yang semakin mudah, Konro Mawang menjadi pilihan kuliner khas Makassar yang digemari masyarakat, termasuk sebagai santapan berbuka puasa di bulan Ramadhan.

 

 

Jurnalis: Muh. Salehuddin Nur

Editor: Syadir Ali