RUJUKANNEWS.com, GOWA — Lembaga Swadaya Masyarakat Independen Nasionalis Anti Korupsi (INAKOR) Gowa menyoroti kinerja satu tahun pertama Pemerintah Kabupaten Gowa yang mengusung narasi “HATI DAMAI”. INAKOR menilai sejumlah persoalan mendasar masih terjadi di sektor pendidikan, infrastruktur, dan pelayanan publik. (21/2/2026)

Ketua DPD INAKOR Gowa, Asywar, mengatakan polemik pencabutan beasiswa S3 menjadi indikator lemahnya tata kelola kebijakan pendidikan.

“Beasiswa seharusnya menjadi investasi masa depan, bukan kebijakan yang menimbulkan pertanyaan publik,” ujarnya.

INAKOR juga menyoroti kondisi jalan di Desa Bontotanga, Kecamatan Bontolempangan, serta jalan di wilayah Bongki Alla’, Desa Rappolemba, yang disebut bertahun-tahun belum tersentuh pengaspalan.

Selain itu, pengelolaan sampah di tingkat desa dinilai belum berjalan optimal dan tidak sepenuhnya sejalan dengan imbauan Bupati Gowa terkait penggunaan mobil sampah.

INAKOR turut menyinggung slogan pembangunan “Gowa Bersama, Maju dan Sejahtera” yang dinilai masih sebatas narasi.

Menurut Asywar, kondisi di lapangan menunjukkan realitas yang berbeda, sehingga klaim survei kepuasan masyarakat yang mencapai 80 persen patut dipertanyakan.

Di sektor pelayanan publik, INAKOR menilai perlu evaluasi menyeluruh menyusul meninggalnya seorang warga lanjut usia usai mengurus administrasi di Mal Pelayanan Publik Gowa.

INAKOR berharap pemerintah daerah menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi dalam memperbaiki arah pembangunan ke depan.

 

Jurnalis: Syadir Ali