RUJUKANNEWS.com, GOWA — Di tengah belum selesainya polemik pembangunan Lapangan Baji’ Minasa, masyarakat Desa Rappolemba kembali dihadapkan pada persoalan infrastruktur.

Kali ini, sorotan tertuju pada pembangunan jalan rabat beton di Dusun Buluporrong yang disebut baru berjalan sekitar satu tahun lebih, namun kondisinya kini sudah rusak parah hingga nyaris tak menyisakan bekas pengerjaan. (19/2/2026)

Berdasarkan prasasti proyek, kegiatan tersebut tercatat sebagai:

Pembangunan Jalan (Rabat Beton) Jalur Ban

Volume: 200 x 3 meter

Anggaran: Rp131.775.000

Sumber Dana: Dana Desa TA 2024

Pelaksana: TPK

PLT Kepala Desa Rappolemba: Muhammad Akbar

Namun pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan yang jauh dari harapan.

Kondisi jalan rabat beton jalur ban yang dikerjakan sekitar bulan 8 tahun 2024

Permukaan jalan tampak mengalami kerusakan, dengan bagian yang tergerus hingga memperlihatkan batu dan tanah di beberapa titik.

Warga menilai kerusakan tersebut terjadi dalam waktu yang relatif singkat.

“Baru sekitar satu tahunan lebih ini dikerja, mungkin sekitar bulan 8 tahun 2024 kalau Tidak salah, tapi sekarang sudah rusak parah,” ujar salah satu warga.

Kerusakan dini pada infrastruktur yang dibiayai Dana Desa memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait kualitas perencanaan maupun pelaksanaan pekerjaan.

Secara umum, pembangunan jalan rabat beton dirancang untuk memiliki daya tahan lebih lama, sehingga kerusakan dalam waktu singkat dinilai tidak lazim.

Sejumlah warga bahkan menyebut kondisi jalan saat ini hampir kembali seperti sebelum adanya pembangunan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun pemerintah desa terkait kondisi jalan tersebut.

Media ini tetap membuka ruang klarifikasi demi menjaga prinsip keberimbangan informasi.

 

Jurnalis: Syadir Ali