GOWA MALINO, RUJUKAN NEWS. COMโ Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat jajaran pemasyarakatan di Sulawesi Selatan. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar turut ambil bagian dalam kegiatan Ketahanan Pangan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di lahan perkebunan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Malino, Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sabtu (7/2).
Kegiatan penanaman bibit kentang tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, di antaranya Camat Tinggimoncong, Kepala Desa Pattapang, Kapolsek, Danramil, serta para Kepala UPT Lapas dan Rutan se-Sulawesi Selatan. Bapas Makassar diwakili langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto.
Penanaman dilakukan secara simbolis sekaligus gotong royong oleh seluruh peserta sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam memanfaatkan lahan produktif milik institusi pemasyarakatan. Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan serta kemandirian lingkungan pemasyarakatan.
Kehadiran jajaran pemasyarakatan di tengah masyarakat Malino menjadi gambaran bahwa institusi pemasyarakatan terus bergerak adaptif, tidak hanya fokus pada fungsi pembinaan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam isu-isu strategis seperti ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial.
Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto, menyampaikan bahwa keterlibatan Bapas dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah sekaligus penguatan nilai kolaborasi. โKetahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan juga hadir sebagai bagian dari solusi, dengan memanfaatkan potensi yang ada secara produktif dan berkelanjutan,โ ujarnya.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan antar-UPT dan pemerintah daerah diharapkan dapat terus terjaga sehingga program-program kemasyarakatan tidak hanya berdampak internal, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Ke depan, program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan diharapkan terus berkembang sebagai wujud nyata pengabdian serta kontribusi sosial jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Narasi: MFZ