RUJUKANNEWS.com, GOWA – Isu dugaan keterlibatan hubungan keluarga dalam struktur pemerintahan terus menjadi perhatian publik. Sejumlah warga sebelumnya menyebut adanya relasi kekeluargaan antara Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Bendahara Desa.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa (Sekdes) Bontoloe, Lahuddin, meminta agar pemberitaan tidak dimuat terlebih dahulu sebelum dilakukan pertemuan langsung. (13/2/2026)
“TDK usah dulu dimuat, nanti kita ketemu baru saya jelaskan saudara kalau masalah saya jadi sekdes, kepala desa dan bendahara,” ujarnya melalui pesan singkat.
Ia juga menjelaskan bahwa:
“Kepala desa kan dipilih, saya sejak tahun 98 dan bendahara pada saat itu TDK ada yang mau karena belum ada honor, masih kerja sukarela,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai evaluasi setelah adanya aturan larangan nepotisme atau potensi konflik kepentingan dalam struktur pemerintahan, Sekdes menyampaikan akan memberikan penjelasan lebih lanjut secara langsung.
“Besok baru kesanaka bos,” tulisnya.
Sementara itu, Bendahara Desa Bontoloe, Mendang, juga meminta agar klarifikasi dilakukan melalui pertemuan resmi di kantor desa.
“Mungkin bagus kapan kalau kita ketemu langsung di kantor supaya kril ini adax keluarga atau apalah,” ujarnya.
“Supaya pak sekdes menyampaikan kepada kita kenapa bisa begini,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, dalam Pasal 29 huruf (f), Kepala Desa dilarang melakukan praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme. Selain itu, menegaskan bahwa penyelenggara negara harus bebas dari praktik yang menguntungkan keluarga atau kroni di atas kepentingan publik.
Secara regulasi, pengangkatan perangkat desa memang melalui mekanisme tertentu. Namun apabila dalam praktiknya terdapat dominasi hubungan keluarga dalam struktur pemerintahan tanpa evaluasi objektif dan transparan, hal tersebut berpotensi menimbulkan persepsi konflik kepentingan di tengah masyarakat.
Media ini menegaskan bahwa pemberitaan dilakukan untuk menjaga keberimbangan informasi dan memberikan ruang klarifikasi kepada semua pihak, agar publik tidak salah menilai serta memperoleh gambaran yang utuh berdasarkan fakta.
Pertemuan klarifikasi antara media dan pihak pemerintah desa direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat guna memperoleh penjelasan lebih rinci.
Jurnalis: Syadir Ali
