Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

Rujukannews.com – Jamu beras kencur merupakan salah satu minuman tradisional Indonesia yang masih populer hingga sekarang. Perpaduan beras, kencur, gula, dan bahan alami lainnya menghasilkan rasa manis dengan aroma rempah yang khas. Selain menyegarkan, minuman herbal ini telah lama menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebugaran tubuh.

Kamu bisa menemukan jamu beras kencur di pasar tradisional, penjual jamu keliling, hingga berbagai kedai minuman herbal. Menariknya, minuman ini juga cukup mudah dibuat sendiri di rumah. Lantas, apa saja manfaat, kandungan, dan cara membuat jamu beras kencur? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Mengenal Jamu Beras Kencur, Minuman Tradisional Khas Indonesia

Beras kencur adalah salah satu jenis jamu tradisional yang dibuat menggunakan beras dan rimpang kencur sebagai bahan utama. Minuman ini biasanya dilengkapi dengan gula merah atau gula pasir untuk memberikan rasa manis.

Kencur memiliki aroma rempah yang kuat, sedangkan beras memberikan karakter rasa yang lembut. Kombinasi keduanya menghasilkan minuman dengan cita rasa khas yang mudah dikenali.

Dalam tradisi masyarakat Indonesia, beras kencur sering dikonsumsi sebagai minuman rumahan untuk membantu menjaga kebugaran. Jamu ini juga kerap disajikan dalam keadaan dingin agar terasa lebih segar, terutama ketika cuaca sedang panas.

Kandungan Alami dalam Jamu Beras Kencur

Salah satu hal yang membuat jamu beras kencur menarik adalah penggunaan bahan-bahan alami. Setiap bahan memiliki karakteristik tersendiri yang memengaruhi rasa dan kandungan minumannya.

Berikut beberapa bahan yang umum digunakan:

  • Beras: memberikan tekstur dan rasa lembut pada jamu.
  • Kencur: mengandung senyawa alami, termasuk etil p-metoksisinamat, yang banyak diteliti karena aktivitas biologisnya.
  • Gula merah: memberikan rasa manis dan aroma khas.
  • Asam jawa: menjadi bahan tambahan opsional yang memberikan sentuhan rasa asam.
  • Jahe: terkadang ditambahkan untuk memperkuat aroma rempah dan memberikan sensasi hangat.

Kandungan akhir jamu bergantung pada jenis bahan, takaran, serta cara pengolahannya. Penambahan gula juga perlu diperhatikan, terutama jika kamu sedang membatasi konsumsi gula harian.

Manfaat Jamu Beras Kencur bagi Tubuh

Jamu beras kencur secara tradisional dikenal sebagai minuman untuk menjaga kebugaran. Namun, penting untuk membedakan manfaat yang dipercaya secara turun-temurun dengan manfaat yang telah dibuktikan melalui penelitian klinis pada manusia.

Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui.

1. Membantu memenuhi kebutuhan cairan

Karena berbentuk minuman, beras kencur dapat membantu menambah asupan cairan harian. Meski begitu, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh.

2. Mengandung senyawa alami dari rempah

Kencur memiliki senyawa bioaktif yang menjadi objek penelitian ilmiah. Akan tetapi, keberadaan senyawa tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa setiap sajian jamu mampu mengobati penyakit tertentu.

3. Menjadi bagian dari tradisi menjaga kebugaran

Banyak masyarakat mengonsumsi beras kencur sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Kamu dapat menikmatinya sebagai minuman tradisional, selama bahan dan proses pembuatannya bersih serta konsumsinya tidak berlebihan.

Perlu diingat, jamu beras kencur bukan pengganti obat atau perawatan medis. Klaim bahwa minuman ini dapat menyembuhkan penyakit tertentu sebaiknya tidak diterima tanpa bukti ilmiah yang memadai.

Cara Membuat Jamu Beras Kencur di Rumah

Kamu tidak harus membeli jamu di luar karena beras kencur dapat dibuat menggunakan peralatan dapur sederhana.

Bahan-bahan:

  • 100 gram beras putih
  • 50 gram kencur segar
  • 700 ml air
  • 75 gram gula merah, sesuaikan dengan selera
  • Sejumput garam
  • Asam jawa secukupnya jika suka

Langkah-langkah membuatnya:

  1. Cuci beras hingga bersih, kemudian rendam selama sekitar 2–3 jam.
  2. Cuci dan kupas kencur, lalu iris menjadi potongan kecil.
  3. Rebus air bersama kencur dan gula merah hingga gula larut serta aroma rempah keluar.
  4. Tiriskan beras, kemudian haluskan bersama sebagian air rebusan dan kencur menggunakan blender.
  5. Campurkan hasil blender dengan sisa air rebusan, kemudian saring untuk mendapatkan tekstur yang lebih halus.
  6. Tambahkan sedikit garam atau asam jawa jika diperlukan, lalu aduk hingga merata.
  7. Dinginkan sebelum disajikan.

Simpan jamu dalam wadah bersih dan tertutup di lemari pendingin. Sebaiknya buat dalam jumlah secukupnya, segera dinginkan setelah selesai, dan habiskan dalam waktu singkat. Buang jika aroma, warna, atau teksturnya berubah.

Tips Mengonsumsi Jamu Beras Kencur dengan Bijak

Agar kamu bisa menikmati minuman tradisional ini dengan lebih nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.

  • Batasi gula tambahan. Terlalu banyak gula dapat meningkatkan asupan kalori harian.
  • Gunakan bahan segar. Pilih kencur yang tidak busuk dan beras yang bersih.
  • Perhatikan kebersihan. Cuci bahan, peralatan, dan wadah penyimpanan sebelum digunakan.
  • Jangan menganggapnya sebagai obat. Jika mengalami keluhan kesehatan, konsultasikan dengan tenaga medis.
  • Perhatikan kondisi tubuh. Jika kamu memiliki alergi terhadap bahan tertentu atau sedang mengonsumsi obat rutin, konsultasikan konsumsi jamu dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.

Ibu hamil, ibu menyusui, serta orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu juga sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum rutin mengonsumsi ramuan herbal, terutama dalam jumlah besar atau dengan campuran bahan yang belum diketahui keamanannya.

Kesimpulan

Jamu beras kencur merupakan minuman tradisional Indonesia yang memiliki cita rasa manis, aroma rempah khas, dan cara pembuatan yang relatif sederhana. Perpaduan beras, kencur, dan gula menjadikannya pilihan menarik untuk dinikmati sebagai bagian dari tradisi kuliner Nusantara.

Meski memiliki sejarah panjang dalam kebiasaan masyarakat, manfaat kesehatannya tetap perlu dipahami secara bijak. Kamu bisa menikmati jamu beras kencur dengan memperhatikan kebersihan bahan, membatasi gula, dan tidak menjadikannya pengganti pengobatan medis.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang kuliner khas Indonesia, minuman tradisional, dan berbagai informasi menarik lainnya? Kunjungi Rujukannews untuk menemukan artikel informatif yang menambah wawasanmu. Jangan lewatkan beragam pembahasan menarik seputar kekayaan kuliner Nusantara dan tradisi yang masih bertahan hingga sekarang!