Memiliki banyak teman (lebih dari satu orang) tentu saja akan menjadi sebuah ‘senjata’ yang mujarab dalam menghadapi medan tempur perkuliahan yang semakin hari akan semakin meningkat tensinya.
Memiliki banyak teman akan memudahkan kita dalam mengumpulkan berbagai informasi yang ada. Berbagai jalur yang dapat kita lalui untuk memperluas jaringan pertemanan di antaranya bisa berkenalan secara empat mata (pribadi), mengikuti unit kegiatan mahasiswa (UKM) & kelompok studi, dan lain sebagainya.
Oleh karena itu jangan lupa untuk mencari dan membangun hubungan pertemanan.
4. Mengambil Istirahat Sesekali
Tidak ada salahnya sama sekali untuk mengambil jadwal istirahat sesekali di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. Ingatlah bahwa tubuh kita yang ‘rapuh’ ini juga memerlukan waktu untuk meregenerasi dirinya sendiri.
Jangan sampai karena pribadi terlalu berambisi untuk menjalani berbagai kegiatan perkuliahan sampai-sampai nanti tubuh kita merasakan burnout dan bisa-bisa dapat menimbulkan toxic positivity.
Jika sudah telanjur jatuh sakit maka diri kita sendiri juga yang akan kerepotan nantinya, benar bukan? Oleh karena itu sesekali jangan sampai lupa untuk beristirahat dan bersantai dalam beberapa kesempatan.
5. Bila Merasakan Tanda-Tanda Salah Jurusan
Menurut saya ini adalah hal yang paling krusial dan genting. Mengapa bisa demikian? Sebab jika sudah merasa salah jurusan, apapun yang akan kita kerjakan yang sehubungan dengan perkuliahan sudah pasti tidak akan terasa menyenangkan sama sekali.
Salah jurusan juga dapat menganggu kesehatan dan mengakibatkan gangguan mental seperti stress yang berkepanjangan, dan lain sebagainya.
Oleh sebab itu, menurut saya bila ada teman-teman yang sudah merasa salah jurusan sejak dini terutama sebelum memasuki semester III (tiga), ada baiknya untuk mengajukan perpindahan program studi (jurusan) atau bahkan universitas bila memungkinkan yang memang kita minati dan sukai sesuai dengan kemampuan dan kepribadian diri masing-masing.
Itu tadi seragkaian serba-serbi yang bisa dilakukan teruntuk khususnya para mahasiswa baru yang baru saja memulai kiprahnya di lingkungan perguruan tinggi alias kampus.
Kiranya sedikit tulisan ini dapat mencerahkan para pembaca setia yang mungkin saja kebetulan adalah mahasiswa baru.
Sampai jumpa di lain kesempatan. Sampai jumpa!
Referensi:
- [1] https://www.kbbi.web.id/mahasiswa
- [2] https://www.kbbi.web.id/burnout
- [3] https://www.kbbi.web.id/universitas
- [4] https://www2.sci.hokudai.ac.jp/wp/wp-content/uploads/2019/03/people_215.jpg
- [5] https://melmagazine.com/wp-content/uploads/2019/07/Shy-1280×533.jpg
- [6] https://3.bp.blogspot.com/-7uwyVy3RCic/VYN1KklMmNI/AAAAAAAAALs/winVq6Fu8uo/s1600/kaca-pembesar.jpg
- [7] https://etechcomputers.com.au/wp-content/uploads/2017/02/Etech-Computers-social-networking.jpg
- [8] https://tamebay.com/wp-content/uploads/2020/09/Sign-in-for-our-11am-Coffee-break-webinar-today.jpg
- [9] https://miro.medium.com/max/1200/1*cgFv96f0z0thte2FyqN-aQ.jpeg
- [10] Samara Quintero, LMFT, CHT & Jamie Long, PsyD. (2019). “Toxic Positivity: The Dark Side of Positive Vibes”. thepsychologygroup.com. Dikutip pada tanggal 03 Oktober 2021.

