RUJUKANNEWS.com, GOWA – Aksi balap liar di Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, tidak hanya menjadi perhatian warga setempat, tetapi juga mendapat sorotan dari tokoh masyarakat di wilayah sekitar. (21/2/2026)
Muhammad Djihad Daeng Rongrong, salah satu tokoh masyarakat Desa Paranglompoa, menilai pentingnya peran pemerintah desa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya balap liar.
Menurutnya, penyampaian imbauan dapat dilakukan melalui sarana yang dekat dengan masyarakat, termasuk melalui masjid di masing-masing wilayah.
“Pemdes memberikan imbauan di setiap masjid di wilayahnya,” ujarnya.
Ia menilai langkah edukasi ini perlu dilakukan mengingat potensi risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas balap liar, terutama terhadap keselamatan warga di sekitar lokasi.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi di lapangan dimana kelompok remaja pejalan kaki kerap ramai setelah salat subuh.
“Apalagi saya lihat kelompok pejalan kaki remaja ba’da salat subuh ramai, nanti ikut-ikutan atau ditabrak,” tambahnya.
Ia juga menambahkan bahwa pesan dari pemerintah desa menjadi penting, karena pelaku balap liar bisa saja bukan hanya berasal dari warga setempat.
“Bisa jadi yang melakukan aksi balap liar di Bontoloe bukan hanya warga asli, tetapi juga dari desa lain,” jelasnya.
Melalui kerja sama antara pemerintah desa, TNI, dan Polri, diharapkan penyampaian imbauan dapat lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda.
Pendekatan edukatif ini dinilai penting sebagai langkah pencegahan agar risiko kecelakaan maupun gangguan ketertiban akibat balap liar dapat diminimalisir.
Jurnalis: Syadir Ali