RUJUKANNEWS.com, GOWA — Setelah sempat terhambat selama lebih dari enam bulan dan menjadi sorotan publik, bantuan bedah rumah untuk Kakek Rangga di Dusun Borongbulo, Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangan, akhirnya mulai menemukan kejelasan.
Sejumlah pihak terkait telah memberikan klarifikasi. Tim LACAK (Layanan Cepat Atasi Kemiskinan) Kabupaten Gowa menegaskan bahwa proses awal sebenarnya telah dilakukan sejak lama.
Ketua LACAK Gowa, Kaharuddin Daeng Muji, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen terhadap kondisi Kakek Rangga dan menyerahkan hasilnya kepada instansi terkait.
“LACAK sudah asesmen dan sudah menyerahkan hasilnya ke Dinsos dan Baznas,” ujarnya.
Meski demikian, bantuan yang dijanjikan belum juga terealisasi hingga berbulan-bulan, hingga akhirnya memicu perhatian publik.
Menanggapi hal tersebut, pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gowa akhirnya angkat bicara.
Wakil Ketua BAZNAS Gowa, Munawir Muhammad, mengakui adanya kendala koordinasi yang menyebabkan bantuan tersebut tertunda.
“Miss komunikasi di kira Dinsos provinsi mau kerja,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).
Ia memastikan bahwa bantuan bedah rumah untuk Kakek Rangga akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
“Iye segera di eksekusi BAZNAS minggu ini pak,” tambahnya.
Bahkan, proses awal penyaluran bantuan disebut akan dimulai secepatnya.
“Besok mungkin penyerahanmi, karena Pak Agus ji saya tunjuk sebagai penanggung jawab. Nanti kita bisa pantau juga realisasinya,” ungkapnya.
Munawir juga menegaskan bahwa anggaran telah disiapkan oleh pihak BAZNAS.
“Saya sudah suruh siapkan dananya sama bendahara,” tegasnya.
Rincian Bantuan Bedah Rumah
BAZNAS menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan berupa pembangunan rumah permanen berbahan batu secara penuh.
“Batu pak, full,” ujarnya.
Rumah tersebut direncanakan memiliki ukuran sekitar 5 x 6 meter, dengan anggaran sekitar Rp26 juta untuk tahun 2026, mengikuti standar program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB).
Proses pembangunan diperkirakan memakan waktu relatif singkat.
“Yang selama ini kami kerja sekitar 20 hari, ada juga yang 15 hari tergantung tukang,” jelasnya.
Program RLHB sendiri merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa.
Sejak September 2025 hingga saat ini, BAZNAS Gowa tercatat telah membangun 35 unit rumah layak huni bagi warga kurang mampu.
Dana program tersebut bersumber dari infak dan sedekah ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa. Pada September 2025, total dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp399 juta dari lebih 7.000 donatur ASN.
Diketahui, kondisi rumah Kakek Rangga saat ini masih sangat memprihatinkan. Rumah panggung berbahan kayu tersebut tampak lapuk, dengan dinding yang mulai rusak serta lantai yang tidak lagi kokoh.
Kisah Rangga sendiri sempat viral pada Oktober 2025 karena ke sekolah hanya membawa singkong sebagai bekal, yang kemudian mengundang perhatian berbagai pihak dan janji bantuan.
Namun, hingga kini bantuan tersebut baru menemukan titik terang setelah menjadi sorotan publik.
Dengan adanya kepastian dari BAZNAS, masyarakat berharap proses pembangunan rumah benar-benar segera direalisasikan tanpa kendala lagi.
Warga juga berharap program bantuan serupa dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran, agar tidak lagi terjadi keterlambatan dalam penanganan masyarakat yang membutuhkan.
Media ini akan terus memantau proses realisasi bantuan tersebut hingga benar-benar terealisasi di lapangan. (*)