RUJUKANNEWS.com, GOWA — Terkait belum terealisasinya bantuan bedah rumah untuk Kakek Rangga di Dusun Borongbulo, Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangan, Tim LACAK (Layanan Cepat Atasi Kemiskinan) Kabupaten Gowa akhirnya angkat bicara.
Ketua LACAK Gowa, Kaharuddin Daeng Muji, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan tugas sesuai prosedur, termasuk melakukan asesmen langsung terhadap kondisi rumah Kakek Rangga.
“LACAK sudah asesmen dan sudah menyerahkan hasilnya ke Dinsos dan Baznas,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, hasil asesmen tersebut menjadi dasar bagi instansi terkait dalam menentukan bentuk bantuan dan tindak lanjut yang akan diberikan.
Namun demikian, hingga saat ini bantuan bedah rumah tersebut belum juga terealisasi.
Kisah Rangga, siswa SD di Dusun Borongbulo yang sempat viral karena ke sekolah hanya membawa singkong bakar, kembali menjadi perhatian publik.
Lebih dari enam bulan berlalu sejak kisah itu ramai diperbincangkan pada Oktober 2025. Saat itu, berbagai pihak datang, mulai dari Pemerintah Kabupaten Gowa hingga tingkat provinsi, yang sempat melihat langsung kondisi kehidupan Rangga bersama kakeknya.
Dalam kunjungan tersebut, Kakek Rangga mengaku dijanjikan bantuan bedah rumah.
Namun hingga kini, harapan itu belum juga terwujud.
Berdasarkan hasil konfirmasi terbaru pada 12 April 2026, kondisi rumah yang mereka tempati masih sama—bahkan terlihat semakin memprihatinkan. Rumah panggung berbahan kayu itu tampak lapuk, dinding mulai rusak, dan lantai yang tidak lagi kokoh. Kondisinya bahkan bisa dikatakan nyaris roboh.
“Waktu itu dijanji mau dibedah rumah, tapi sampai sekarang belum ada,” ujar Kakek Rangga.
Alih-alih mengeluh, ia justru mencoba memahami situasi yang ada.
“Mungkin karena hujan, jalan licin,” tambahnya pelan.
Di sisi lain, warga sekitar mulai mempertanyakan kejelasan realisasi bantuan tersebut.
“Dulu ramai-ramai datang, katanya mau dibantu. Tapi sampai sekarang belum ada juga,” kata salah satu warga.
Perlu diketahui, Pemerintah Kabupaten Gowa melalui program pengentasan kemiskinan telah membentuk Tim LACAK (Layanan Cepat Atasi Kemiskinan) yang bekerja sama dengan Baznas untuk menghimpun dana infak dan sedekah dari ASN.
Pada September 2025, tercatat dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp399 juta dari lebih 7.000 donatur/ASN. Dana tersebut salah satunya diperuntukkan untuk mengentaskan kemiskinan serta membantu program bedah rumah bagi warga miskin ekstrem, seperti yang dialami Kakek Rangga.
Meski proses asesmen telah dilakukan oleh LACAK, hingga saat ini bantuan bedah rumah yang dijanjikan kepada Kakek Rangga belum juga terealisasi.
Sementara itu, pihak-pihak terkait lainnya belum memberikan tanggapan resmi mengenai tindak lanjut bantuan tersebut. Media ini akan terus berupaya melakukan konfirmasi guna menghadirkan informasi yang berimbang. (*)