RUJUKANNEWS.COM, GOWA — Proyek pembangunan Batas Desa Rappoala sebelumnya telah menjadi sorotan warga karena dinilai tidak menunjukkan aktivitas pengerjaan di lapangan. (23/2/2026)
Warga mengaku tidak mengetahui progres pembangunan karena tidak terlihat adanya pekerja maupun papan informasi proyek di lokasi.
“Tidak ada pekerja yang terlihat, papan informasi juga tidak ada,” kata seorang warga.
Berdasarkan penelusuran awal, pembangunan Batas Desa Rappoala tercatat dalam dua kegiatan, yakni di Dusun Rappoala dan Dusun Garentong dengan nilai masing-masing Rp 45.535.700 yang bersumber dari Dana Desa.
Sorotan warga tersebut kemudian ditanggapi oleh Ketua BPD Rappoala, Musannif.
Ia menjelaskan keterlambatan pelaksanaan proyek terjadi karena dana yang telah masuk ke rekening desa tidak dapat ditarik akibat kendala administratif.
“Dana sudah lama masuk di rekening desa, namun menurut bendahara anggaran fisik salah kode rekening sehingga dana tidak bisa ditarik dan harus menunggu perubahan anggaran,” ujarnya.
Ia menyebut bendahara desa telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
“Bendahara sudah koordinasi di dinas PMD dan disarankan untuk tidak menarik dananya karena berisiko,” katanya.
Menurut Musannif, keterlambatan pekerjaan fisik juga telah dilaporkan ke pemerintah kabupaten.
“Semua keterlambatan pekerjaan fisik sudah dilaporkan ke kabupaten,” ujarnya.
Terkait papan informasi proyek yang sebelumnya menjadi sorotan warga, ia menyarankan agar konfirmasi lebih lanjut dilakukan kepada pelaksana kegiatan atau bendahara desa.
“Untuk persoalan itu bisa dikonfirmasi langsung dengan PT PKD atau bendahara,” katanya.
Saat dimintai nomor kontak pelaksana kegiatan, Musannif menyampaikan agar konfirmasi dilakukan melalui bendahara desa.
“Kita minta sama bendahara saja, soalnya HP saya rusak sehingga semua kontak terhapus,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rappoala, Syamsurisal, saat dikonfirmasi menyatakan proyek tersebut belum sepenuhnya selesai.
“Belum ye mau dicat, ditunggu dulu cuaca baik dan agak keraspi cornya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan papan informasi proyek sedang dalam proses pembuatan.
“Iya, sementara dibuatkan mal untuk prasastinya,” katanya.
Syamsurisal menambahkan pihaknya akan mengirimkan foto prasasti proyek setelah selesai dibuat.
“InsyaAllah besok saya kirimkan prasastinya,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, bendahara desa belum memberikan tanggapan terkait pelaksanaan anggaran proyek tersebut.
Jurnalis: Syadir Ali
