📝 Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 8 April 2026, dan sempat viral di media sosial hingga menjadi perbincangan warga.

RUJUKANNEWS.com, GOWA — Kondisi jalan rusak di Dusun Borongbulo, Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, kembali menjadi sorotan.

Seorang pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan takbulingta’ saat melintas di jalan tersebut akibat kondisi jalan yang berbatu dan tidak rata.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 8 April 2026, dan sempat viral di media sosial hingga menjadi perbincangan warga.

Berdasarkan hasil konfirmasi langsung RujukanNews di lokasi pada 12 April 2026, warga membenarkan kejadian tersebut. Pengantar diketahui takbulingta’ saat dalam perjalanan pulang usai mengantar makanan ke sekolah. Saat itu, ia hanya membawa ompreng kosong, sehingga tidak ada makanan yang tumpah.

“Iye, di situki di jalan rusak takbulingta’. Untung itu tidak ada makanan na bawa, karena jalan pulang mi,” ujar salah satu warga saat ditemui di lokasi.

Keterangan serupa juga disampaikan oleh Ikram, Kepala SPPG Desa Paranglompoa, yang membenarkan peristiwa tersebut.

“Iye, kejadian itu hari Rabu, dari arah Borongbulo menuju SPPG untuk mengembalikan ompreng kosong,” ujarnya.

Warga menjelaskan, kondisi jalan yang rusak membuat proses pengantaran menjadi tidak mudah. Bahkan, penggunaan ompreng harus dilakukan secara bergantian karena sulitnya akses.

“Kalau masuk bawa makanan, omprengnya disimpan dulu. Nanti masuk lagi baru ambil ompreng yang sebelumnya. Jadi bergantian begitu,” jelasnya.

Pantauan langsung media ini menunjukkan jalan di Dusun Borongbulo dalam kondisi berbatu, berlumpur, dan tidak rata, sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aktivitas warga, tetapi juga mulai mengganggu kelancaran penyaluran program MBG yang diperuntukkan bagi anak-anak sekolah.

Ikram berharap ke depan kondisi jalan tersebut dapat segera diperbaiki agar distribusi program berjalan lancar.

“Semoga ke depannya jalan di Dusun Borongbulo bisa lebih baik,” harapnya.

Warga pun berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jalan tersebut, agar aktivitas masyarakat, termasuk penyaluran program MBG, dapat berjalan aman dan lancar.

Apalagi, program makanan bergizi ini menyangkut kebutuhan anak-anak sekolah yang harus tetap terjaga distribusinya.

Jalan rusak tersebut masih menjadi keluhan utama warga yang setiap hari harus melintas dengan penuh risiko. (*)