Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

Rujukannews.com – Lampung tidak hanya terkenal dengan keindahan pantai, perkebunan, dan destinasi wisatanya, tetapi juga memiliki beragam kuliner tradisional yang menggugah selera. Makanan khas Lampung menawarkan perpaduan rasa gurih, pedas, asam, hingga manis yang menarik untuk kamu coba.

Bahan-bahan lokal seperti ikan sungai, ikan laut, durian, dan pisang menjadi bagian penting dalam kuliner daerah ini. Beberapa hidangan bahkan memiliki cara penyajian unik yang berkaitan erat dengan kebiasaan masyarakat setempat.

Kalau kamu berencana berlibur ke Lampung, jangan hanya berburu tempat wisata. Luangkan waktu untuk mencicipi berbagai hidangan tradisionalnya. Berikut 10 rekomendasi makanan khas Lampung yang bisa masuk daftar wisata kulinermu!

1. Seruit, Hidangan Ikan dengan Sambal Khas Lampung

Seruit merupakan salah satu makanan khas Lampung yang paling terkenal. Hidangan ini biasanya menggunakan ikan air tawar, seperti ikan baung, patin, atau ikan jenis lainnya yang dibakar maupun digoreng.

Ikan kemudian disajikan bersama sambal yang diracik dengan bahan seperti cabai, terasi, dan tempoyak atau mangga sesuai variasi resep. Beberapa penyajian juga dilengkapi lalapan dan perasan jeruk.

Keistimewaan seruit terletak pada perpaduan rasa gurih, pedas, dan asam yang menyegarkan. Di masyarakat Lampung, kegiatan menikmati seruit bersama juga dikenal sebagai bagian dari tradisi kebersamaan.

Kalau kamu ingin mengenal cita rasa lokal, seruit layak menjadi hidangan pertama yang dicoba.

2. Tempoyak, Olahan Durian dengan Rasa Asam

Bagi kamu yang menyukai kuliner unik, tempoyak wajib masuk daftar. Tempoyak merupakan hasil fermentasi daging buah durian yang menghasilkan aroma khas dan rasa asam.

Di Lampung, tempoyak dapat digunakan sebagai bahan sambal atau campuran masakan ikan. Salah satu olahan yang bisa kamu temukan adalah ikan yang dimasak dengan bumbu tempoyak dan cabai.

Perpaduan rasa asam, pedas, dan gurih membuat hidangan ini memiliki karakter berbeda dari masakan pada umumnya. Namun, aroma fermentasinya cukup kuat sehingga mungkin membutuhkan waktu untuk membiasakan diri.

Jika kamu pencinta durian, cobalah tempoyak untuk merasakan cara lain menikmati buah tersebut.

3. Gulai Taboh, Sajian Berkuah Santan yang Menggugah Selera

Gulai taboh merupakan masakan tradisional Lampung yang menggunakan santan sebagai bahan utama kuahnya. Hidangan ini dapat dibuat menggunakan ikan, kacang-kacangan, dan aneka sayuran, bergantung pada resep serta daerah asalnya.

Rasa gurih santan berpadu dengan bumbu rempah sehingga menghasilkan kuah yang kaya rasa. Beberapa variasi gulai taboh menggunakan ikan air tawar, sementara variasi lainnya memanfaatkan hasil laut.

Makanan ini cocok untuk kamu yang menyukai masakan berkuah dengan cita rasa rempah khas Nusantara. Gulai taboh biasanya nikmat disantap bersama nasi putih hangat.

4. Pindang Lampung, Sup Ikan dengan Rasa Segar

Pindang Lampung menjadi pilihan menarik bagi kamu yang menyukai hidangan ikan berkuah. Masakan ini umumnya menggunakan ikan sebagai bahan utama, kemudian dimasak bersama rempah, cabai, dan bahan pemberi rasa asam.

Kuahnya menawarkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar. Jenis ikan serta bumbu yang digunakan bisa berbeda-beda, sehingga cita rasanya tidak selalu sama di setiap tempat makan.

Pindang cocok disantap saat makan siang, terutama jika kamu ingin menikmati makanan tradisional tanpa harus memilih hidangan yang terlalu berat.

5. Gabing, Sayur Batang Kelapa yang Unik

Gabing adalah makanan tradisional Lampung yang dibuat dari bagian batang kelapa muda. Bahan tersebut diolah menjadi sayur dengan tambahan santan atau bumbu lainnya sesuai resep keluarga.

Tekstur gabing menjadi daya tarik tersendiri karena berbeda dari sayuran yang biasa kamu temukan sehari-hari. Rasanya cenderung gurih, terutama jika dimasak menggunakan santan dan rempah.

Karena menggunakan bahan yang tidak umum dalam menu harian, gabing menarik untuk dicoba jika kamu ingin mengenal kekayaan kuliner tradisional Lampung lebih jauh.

6. Umbu, Olahan Rebung atau Rotan Muda

Umbu dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional masyarakat Lampung yang memanfaatkan bahan tumbuhan lokal. Dalam sejumlah tradisi kuliner, umbu dibuat dari rotan muda yang diolah hingga dapat dikonsumsi.

Bahan tersebut biasanya diproses terlebih dahulu untuk mengurangi rasa pahit, kemudian dimasak sebagai sayur atau pelengkap hidangan. Cara pengolahannya dapat berbeda menurut kebiasaan masyarakat setempat.

Umbu cocok untuk kamu yang ingin mencicipi makanan tradisional dengan bahan yang jarang ditemukan dalam hidangan modern. Jika ingin mencobanya, tanyakan bahan dan cara pengolahannya kepada penjual karena istilah serta resep lokal bisa bervariasi.

7. Engkak Ketan, Kue Tradisional yang Manis dan Legit

Engkak ketan merupakan kue tradisional Lampung yang memiliki tekstur lembut, padat, dan legit. Kue ini biasanya dibuat dari tepung ketan, telur, gula, santan, serta bahan lainnya sesuai resep.

Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian karena adonan dipanggang secara bertahap hingga menghasilkan lapisan dan tekstur yang khas.

Rasanya manis dengan aroma yang menggoda, sehingga cocok dinikmati bersama teh atau kopi. Engkak ketan juga bisa menjadi pilihan untuk suguhan keluarga maupun buah tangan ketika kamu berkunjung ke Lampung.

8. Geguduh, Camilan Pisang yang Mengenyangkan

Geguduh merupakan camilan tradisional Lampung berbahan dasar pisang yang dihaluskan atau dilumatkan, kemudian dicampur dengan bahan lain sebelum digoreng.

Teksturnya cenderung lembut di bagian dalam dengan permukaan yang sedikit renyah, tergantung cara pengolahannya. Rasa manis alami pisang membuat geguduh cocok dinikmati sebagai teman minum kopi atau teh.

Bagi kamu yang menyukai olahan pisang, camilan ini bisa menjadi pilihan sederhana tetapi menarik untuk dicoba selama wisata kuliner di Lampung.

9. Keripik Pisang Lampung, Oleh-Oleh Favorit Wisatawan

Keripik pisang menjadi salah satu oleh-oleh paling populer dari Lampung. Camilan ini dibuat dari irisan pisang yang digoreng hingga renyah, kemudian tersedia dalam berbagai varian rasa.

Selain rasa original, kamu dapat menemukan keripik pisang dengan rasa cokelat, keju, balado, dan aneka rasa lainnya. Pilihannya membuat camilan ini cocok untuk kamu yang menyukai makanan ringan dengan variasi rasa.

Keripik pisang juga praktis dibawa pulang karena umumnya tersedia dalam kemasan. Saat membeli, perhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasannya agar kualitas produk tetap terjaga selama perjalanan.

10. Kemplang Lampung, Kerupuk Ikan yang Gurih

Kemplang merupakan camilan berbahan dasar ikan dan tepung tapioka yang dikenal di sejumlah daerah Sumatra, termasuk Lampung. Produk ini umumnya memiliki tekstur renyah dan rasa gurih dengan aroma ikan yang khas.

Kemplang tersedia dalam berbagai bentuk dan cara pengolahan. Ada yang dipanggang dan ada pula yang digoreng, tergantung jenis produknya.

Camilan ini nikmat disantap langsung atau dicocol dengan sambal. Kemplang juga cocok dijadikan oleh-oleh untuk keluarga maupun teman yang menyukai makanan gurih.

Kesimpulan

Rekomendasi makanan khas Lampung menawarkan pengalaman kuliner yang beragam, mulai dari seruit yang kaya rasa, tempoyak dengan aroma khas, gulai taboh yang gurih, hingga keripik pisang dan kemplang sebagai oleh-oleh.

Setiap hidangan memiliki karakter tersendiri yang mencerminkan kekayaan bahan lokal serta tradisi masyarakat Lampung. Saat berkunjung, kamu bisa memulai wisata kuliner dengan mencoba seruit, kemudian melengkapi perjalanan dengan mencicipi makanan tradisional dan membeli camilan khas untuk dibawa pulang.

Ingin menemukan rekomendasi kuliner lezat, destinasi wisata menarik, dan informasi terbaru dari berbagai daerah di Indonesia? Kunjungi Rujukannews untuk mendapatkan inspirasi perjalanan dan panduan wisata kuliner yang bisa menemani petualanganmu berikutnya!