RUJUKANNEWS.com, GOWA – Di sebuah sudut kampung di Dusun Lemoa, Desa Bontolempangan, keluarga Fatiha kini hanya bisa menunggu dengan penuh harap. Lansia yang dikenal sederhana itu dilaporkan hilang dan diduga hanyut di Sungai Bilareng, meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga yang masih terus berharap ia segera ditemukan.

Peristiwa ini bermula saat Fatiha berangkat menuju sawah seperti biasanya. Namun hingga sore hari, ia tak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga yang mulai merasa khawatir kemudian menyusul ke lokasi sawah untuk memastikan keberadaan Fatiha. Namun saat tiba di lokasi, mereka tidak menemukan korban di sekitar area tersebut.

Warga kemudian melakukan pencarian awal di sekitar lokasi. Dalam proses itu, barang milik Fatiha ditemukan di pinggir Sungai Bilareng, yang berada tidak jauh dari area persawahan.

Dari temuan tersebut, korban diduga terseret arus Sungai Bilareng, yang saat itu dilaporkan mengalami peningkatan debit air akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut.

Sejak saat itu, proses pencarian dilakukan oleh warga bersama aparat desa sebelum akhirnya dilanjutkan oleh tim SAR gabungan yang turun melakukan operasi pencarian di sepanjang aliran Sungai Bilareng.

Di balik kejadian tersebut, keluarga mengenang Fatiha sebagai sosok yang sederhana dan lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan rumahnya.

Cucu korban, Diana Hasyim, mengatakan bahwa dalam kesehariannya sang nenek jarang bepergian jauh dari rumah dan lebih sering berada di rumah anak-anaknya atau berkunjung ke rumah kerabat yang tinggal berdekatan.

“Keseharian beliau sebelum hilang itu sebenarnya hanya di rumah saja, tidak ke mana-mana. Paling hanya sekitar rumah atau ke rumah anaknya dan keluarga dekat,” ujarnya.

Fatiha diketahui tinggal seorang diri di rumahnya pada siang hari. Namun pada malam hari, ia biasanya bermalam di rumah anaknya, H. Hasyim, karena sang suami telah lama meninggal dunia.

Menurut Diana, keluarga sebenarnya telah beberapa kali meminta agar Fatiha tidak lagi tinggal sendirian di rumahnya. Namun karena merasa sudah terbiasa, ia tetap bersikeras untuk sesekali berada di rumahnya sendiri.

“Sebenarnya sudah dilarang tinggal di rumahnya, tapi beliau masih bersikeras untuk tetap di situ,” katanya.

Fatiha diketahui memiliki tiga orang anak yang tinggal tidak jauh dari kediamannya.

Kabar hilangnya Fatiha membuat keluarga sangat terpukul. Hingga kini mereka masih menyimpan harapan besar agar ia dapat segera ditemukan.

“Perasaan kami sangat sedih saat mengetahui beliau tidak ada. Harapan kami semoga nenek bisa segera ditemukan,” ujar Diana.

Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, keluarga hanya bisa menunggu dengan penuh harap. Doa terus dipanjatkan agar Fatiha segera ditemukan. (*)