Rujukannews.com – Kuliner gohyong menjadi salah satu jajanan yang menarik perhatian pencinta makanan gurih di Indonesia. Makanan berbentuk gulungan ini dikenal memiliki tekstur renyah di bagian luar dan lembut pada bagian dalam. Ditambah dengan siraman saus bercita rasa asam, manis, dan pedas, gohyong menawarkan perpaduan rasa yang menggugah selera.
Meskipun belakangan populer melalui media sosial, gohyong sebenarnya bukan makanan baru. Kuliner ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan budaya Tionghoa dan perkembangannya di Indonesia. Tidak heran jika gohyong memiliki cita rasa khas yang berbeda dari gorengan pada umumnya.
Lantas, apa saja hal menarik dari kuliner gohyong yang perlu kamu ketahui? Yuk, kenali jajanan lezat ini lebih dekat!
1. Berasal dari Budaya Kuliner Tionghoa
Gohyong atau dikenal juga dengan nama ngohiong dan ngohiang merupakan makanan yang berasal dari tradisi kuliner Tionghoa, khususnya wilayah Fujian.
Makanan ini dibawa oleh para perantau Hokkien dan Teochew ke berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Seiring berjalannya waktu, gohyong mengalami penyesuaian bahan dan cara pengolahan mengikuti selera masyarakat setempat.
Di Indonesia, gohyong berkembang menjadi salah satu kuliner hasil akulturasi budaya Tionghoa dan lokal. Kamu bisa menemukan berbagai versi gohyong dengan karakteristik rasa yang berbeda di sejumlah daerah.
2. Memiliki Ciri Khas Bumbu Lima Rempah
Salah satu keunikan kuliner gohyong terletak pada penggunaan bumbu ngohiong atau five-spice powder.
Sesuai namanya, bumbu ini merupakan perpaduan lima jenis rempah yang menghasilkan aroma harum dan cita rasa khas. Beberapa bahan yang umum digunakan antara lain kayu manis, bunga lawang, cengkeh, lada Sichuan, dan biji adas.
Perpaduan rempah tersebut memberikan aroma yang cukup kuat sehingga membuat gohyong berbeda dari olahan daging goreng lainnya.
Ketika kamu mencicipinya, rasa gurih dari isian daging akan berpadu dengan aroma rempah yang khas.
3. Menggunakan Isian Daging yang Beragam
Gohyong umumnya dibuat menggunakan campuran daging cincang yang dibumbui sebelum dibungkus dengan kulit khusus.
Pada resep tradisional, isian gohyong dapat menggunakan daging babi. Namun, berbagai versi yang berkembang di Indonesia juga menggunakan ayam, sapi, dan udang.
Bahan tambahan seperti bawang putih, daun bawang, telur, tepung tapioka, serta bumbu penyedap turut digunakan untuk menghasilkan tekstur dan rasa yang pas.
Perbedaan bahan isian tersebut membuat setiap penjual memiliki karakteristik gohyong tersendiri. Jika kamu memiliki preferensi makanan tertentu, pastikan menanyakan komposisi bahan dan cara pengolahannya kepada penjual.
4. Memiliki Tekstur Renyah di Luar dan Lembut di Dalam
Daya tarik gohyong bukan hanya terletak pada rasanya, tetapi juga teksturnya.
Bagian luar gohyong biasanya terasa renyah setelah digoreng hingga berwarna kuning keemasan. Sementara itu, bagian dalamnya memiliki tekstur lebih lembut karena berisi campuran daging dan bumbu.
Perpaduan dua tekstur ini membuat gohyong terasa nikmat ketika disantap selagi hangat.
Biasanya, gulungan gohyong dipotong menjadi beberapa bagian sebelum digoreng atau disajikan. Bentuk potongannya yang khas juga membuat makanan ini terlihat menggugah selera.
5. Disajikan dengan Saus Asam Manis Pedas
Tidak lengkap rasanya menikmati gohyong tanpa saus pendamping. Salah satu penyajian yang cukup populer adalah menggunakan kuah bercita rasa asam, manis, dan pedas.
Saus tersebut biasanya dibuat dari campuran bawang putih, gula merah, air asam jawa atau cuka, serta cabai. Perpaduan bahan ini menghasilkan rasa segar yang mampu menyeimbangkan gurihnya gohyong.
Beberapa penjual juga memiliki racikan saus tersendiri. Ada yang menggunakan saus kental, sambal, hingga saus tauco.
Kamu bisa menyesuaikan pilihan saus dengan selera. Jika menyukai makanan pedas, tambahkan cabai agar sensasi rasanya semakin kuat.
6. Pernah Menjadi Kuliner Viral di Media Sosial
Popularitas gohyong semakin meningkat setelah sejumlah penjualnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Antrean pembeli yang panjang dan video proses memasak gohyong membuat banyak orang penasaran untuk mencobanya secara langsung.
Salah satu daya tariknya adalah proses penggorengan yang menghasilkan suara renyah dan tampilan makanan berwarna keemasan. Belum lagi saus yang disiramkan di atas potongan gohyong sehingga terlihat semakin menggoda.
Fenomena tersebut membuktikan bahwa makanan dengan cita rasa khas dan penyajian menarik dapat menarik perhatian masyarakat melalui platform digital.
7. Bisa Dinikmati sebagai Camilan maupun Lauk
Gohyong termasuk makanan yang cukup fleksibel untuk dinikmati dalam berbagai kesempatan.
Kamu bisa menjadikannya camilan ketika bersantai bersama keluarga atau teman. Potongannya yang praktis membuat gohyong mudah disantap tanpa membutuhkan banyak perlengkapan makan.
Selain itu, gohyong juga bisa dijadikan lauk pendamping nasi hangat. Perpaduan nasi, potongan gohyong, dan saus pedas manis bisa menjadi pilihan menu sederhana yang mengenyangkan.
Jika ingin menikmati tekstur terbaiknya, sebaiknya santap gohyong segera setelah digoreng agar bagian luarnya tetap renyah.
Kesimpulan
Kuliner gohyong merupakan salah satu jajanan dengan perpaduan cita rasa dan tekstur yang menarik. Berasal dari tradisi kuliner Tionghoa, makanan ini berkembang melalui proses akulturasi sehingga memiliki berbagai variasi yang disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.
Mulai dari bumbu lima rempah, isian daging yang beragam, tekstur renyah, hingga saus asam manis pedas, semuanya menjadi daya tarik tersendiri. Jadi, jika kamu sedang mencari jajanan gurih yang berbeda dari biasanya, gohyong bisa masuk dalam daftar kuliner yang patut dicoba.
Ingin menemukan informasi menarik lainnya seputar makanan viral, kuliner khas daerah, dan rekomendasi wisata kuliner? Yuk, baca berbagai artikel kuliner terbaru dan inspiratif hanya di Rujukannews!

