Sinjai, RujukanNews.com,– Sinjai Expo 2026 yang akan digelar pada 31 Januari hingga 14 Februari 2026 di Alun-Alun Lapangan Sinjai Bersatu, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Sinjai (HJS) ke-462, menuai sorotan dari pelaku UMKM.
Sorotan muncul setelah beredar keluhan terkait harga lapak yang disebut mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Sejumlah pelaku UMKM menilai harga tersebut terlalu mahal, mengingat fasilitas yang diberikan hanya berupa lahan kosong berukuran 3 x 3 meter.
Menanggapi hal tersebut, salah satu panitia sekaligus Koordinator Lapangan, Wiwik Afrianti, angkat bicara. Ia meminta agar tidak terjadi saling menyalahkan di ruang publik.
“Panitia menjual sesuai harga yang tertera di kwitansi. Setelah dibeli dan dibayar, itu bukan lagi hak panitia. Jika kemudian dijual kembali dengan harga lain, itu di luar tanggung jawab panitia,” jelasnya.
Wiwik menyebutkan harga resmi tenan yang ditetapkan panitia berada di kisaran Rp750 ribu, Rp800 ribu, hingga Rp900 ribu. Namun ia juga menyampaikan bahwa seluruh lapak telah terisi dan terbayarkan dan ketua sudah melaporkan semuanya ke Ibu Bupati, termasuk lampiran kwitansi dan administrasi lainnya. Semua sudah disampaikan secara terbuka.
“Mohon maaf sebesar-besarnya, seluruh tenan sudah full ter-keep dan sudah dibayarkan serta sudah di laporkan ke ibu bupati” ungkapnya
Sementara itu, Ketua Panitia Sinjai Expo 2026, H. Agus Mudjarab, SH, mengaku belum mengetahui adanya informasi harga lapak hingga Rp1,5 juta.
“Kalau saya tidak tahu, baru juga saya dengar. Bisa dipertemukan dengan saya yang menyebut harga sampai Rp1,5 juta,” tegasnya.
Ia juga membeberkan data penjualan lapak yang berbeda, yakni sekitar 70 lapak telah terjual, baru sekitar 10 yang lunas, dan masih tersisa sekitar 20 lapak yang belum laku. Harganya lapak mulai 700, 800 dan 900 ribu Rupiah.
Perbedaan pernyataan ini pun memantik perhatian publik dan pelaku UMKM, yang berharap adanya transparansi dan kejelasan informasi terkait pengelolaan tenan Sinjai Expo 2026.