📝 Keluhan memuncak saat pelaksanaan Salat Idulfitri pada Sabtu lalu. Meski tetap digunakan, kondisi lapangan yang becek membuat saf salat tidak tertata rapi.

RUJUKANNEWS.com, GOWA – Lapangan Bajiminasa di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, jadi sorotan usai Lebaran. Lapangan yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah itu kini justru becek dan tergenang air.

Kondisi Lapangan Bajiminasa di Desa Rappolemba yang tampak becek dan tergenang air, Rabu (25/3/2026).

Pantauan di lokasi, Rabu (25/3/2026), kondisi lapangan belum rata. Sejumlah titik terlihat berlumpur dan dipenuhi genangan, sehingga dinilai tidak layak digunakan sebagai fasilitas umum.

Lapangan ini diketahui dikerjakan menggunakan Dana Desa sebesar Rp556 juta Tahun Anggaran 2025. Namun hasilnya justru menuai keluhan warga.

Keluhan memuncak saat pelaksanaan Salat Idulfitri pada Sabtu lalu. Meski tetap digunakan, kondisi lapangan yang becek membuat saf salat tidak tertata rapi.

“Banyak yang cari tempat kering, jadi saf tidak tersusun rapi,” kata warga, Ansar.

Ia menyebut kondisi lapangan saat ini jauh berbeda dibanding sebelumnya.

“Dulu bagus ji, layak dipakai salat sama olahraga. Sekarang malah rusak parah setelah dianggarkan,” ujarnya.

Salat Idulfitri pada Sabtu lalu. (21/3/2026)

Warga menilai sebelum proyek berjalan, lapangan tersebut masih dalam kondisi baik dan rutin digunakan untuk berbagai kegiatan.

Pemuda Ancam Aksi

Tak hanya warga, kalangan pemuda juga angkat suara. Mereka mendesak agar lapangan segera diperbaiki dan diselesaikan.

Menurut mereka, proyek tersebut seharusnya sudah rampung karena menggunakan Dana Desa Tahun 2025.

“Kami minta segera dituntaskan. Kalau tidak, kami akan turun aksi,” tegas salah satu perwakilan pemuda.

Aksi disebut akan dilakukan dalam waktu dekat jika tidak ada kejelasan.

Kejaksaan Diminta Transparan

Di sisi lain, warga juga mendesak pihak kejaksaan untuk mengusut proyek tersebut secara transparan.

Mereka meminta agar laporan yang telah masuk ditindaklanjuti secara terbuka.

“Harus jelas ini, supaya masyarakat tahu perkembangannya,” kata warga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, proses di kejaksaan saat ini masih pada tahap pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).

Warga berharap ada langkah konkret agar Lapangan Bajiminasa bisa kembali digunakan dan tidak terus menjadi polemik.(*)