RUJUKAN NEWS.com, MAKASSAR – Permainan tembak-tembakan menggunakan Water Gel Blaster (WGB) tengah ramai dimainkan kalangan anak muda di Makassar selama bulan Ramadhan. Aktivitas ini kerap dijadikan hiburan untuk mengisi waktu luang, khususnya saat malam hari. (28/2/2026)

Meski terlihat seru, permainan ini dinilai memiliki potensi risiko jika tidak dimainkan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Sejumlah warga menyoroti maraknya permainan WGB di area pemukiman tanpa penggunaan alat pelindung seperti kacamata keselamatan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu cedera, terutama jika tembakan mengenai bagian sensitif seperti mata atau kepala.

WGB atau Water Gel Blaster Gun merupakan mainan tembak yang menggunakan peluru gel berbahan dasar air. Peluru ini berukuran kecil dan harus direndam terlebih dahulu agar mengembang sebelum digunakan. Saat mengenai sasaran, peluru akan pecah sehingga tidak meninggalkan bekas keras.

Namun, penting untuk diketahui bahwa WGB berbeda dengan airsoft, meski sering disamakan oleh masyarakat.

WGB menggunakan peluru gel lunak dengan daya tembak yang relatif lebih rendah. Sementara airsoft menggunakan peluru plastik berukuran 6 mm yang lebih keras dan memiliki daya hentak lebih tinggi.

Selain itu, airsoft umumnya digunakan dalam kegiatan olahraga atau simulasi yang lebih terstruktur, dengan sistem tenaga seperti gas, listrik, atau pegas. Penggunaannya juga membutuhkan perlengkapan keselamatan lengkap.

Pimpinan Cabang INASSOC Gowa, Muh. Salehuddin Nur, mengingatkan bahwa permainan WGB tetap perlu dilakukan dengan bijak.

Ia menegaskan bahwa risiko utama bukan pada bagian tubuh, tetapi pada kepala dan mata, apalagi jika dimainkan tanpa perlindungan dan dilakukan di lingkungan pemukiman.

“Permainan ini memang seru, tetapi tetap harus memperhatikan keselamatan. Gunakan pelindung dan hindari bermain di area yang berpotensi membahayakan orang lain,” ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk bermain di tempat yang aman dan menggunakan perlengkapan keselamatan guna mencegah potensi cedera.

Keseruan permainan sebaiknya tidak mengabaikan faktor keamanan, terutama di bulan Ramadhan yang diharapkan tetap diisi dengan aktivitas positif dan bertanggung jawab.