RUJUKANNEWS.com, GOWA — Polemik pembangunan Lapangan Baji’ Minasa di Desa Rappolemba kembali memunculkan pertanyaan baru. Di tengah sorotan transparansi proyek senilai Rp556.261.350, kini muncul kejanggalan terkait penggunaan alat berat di lokasi pekerjaan. (20/2/2026)

Hal ini terungkap dari komunikasi yang terjadi pada 7 Mei 2025, di mana Ira Yanti yang disebut sebagai pendamping desa menyampaikan kekhawatirannya apabila aktivitas di lapangan diketahui pihak LSM.

Dalam percakapan tersebut, ia menyebut:

“Itu alat berat, tidak ada di penganggaran Dana Desa.”

Pernyataan tersebut diduga menjadi alasan seorang kreator lokal sempat diminta untuk tidak mempublikasikan aktivitas pengerjaan lapangan.

“Kasian aparat desa kalau ada LSM liatki,” ungkapnya.

Pernyataan ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Jika benar alat berat digunakan dalam proses pembangunan lapangan, sementara tidak tercantum dalam dokumen anggaran, maka muncul pertanyaan mendasar mengenai sumber pembiayaannya.

Dari mana dana operasional alat berat tersebut berasal?

Keberadaan alat berat di lokasi proyek sebelumnya juga sempat menjadi sorotan publik, terutama setelah adanya permintaan agar aktivitas di lapangan tidak dipublikasikan.

Dalam pelaksanaan pembangunan desa, penggunaan alat kerja idealnya tercantum dalam dokumen perencanaan seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Namun hingga saat ini, keberadaan RAB proyek tersebut juga belum jelas. Sejumlah pihak terkait sebelumnya saling melempar tanggung jawab saat dimintai konfirmasi.

Sementara itu, nama Mushawwir yang disebut oleh masyarakat sebagai pihak yang diduga menyusun RAB, enggan memberikan keterangan kepada media. Bahkan, nomor wartawan diduga telah diblokir saat upaya konfirmasi dilakukan.

Apabila alat berat digunakan di luar perencanaan resmi, maka perlu ada kejelasan:

Apakah alat tersebut merupakan bantuan pihak ketiga

Apakah bentuk swadaya

Atau berasal dari sumber lain yang sah

Kejelasan ini dinilai penting untuk menjaga transparansi serta mencegah munculnya spekulasi publik terkait penggunaan fasilitas di luar mekanisme perencanaan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi terkait asal pembiayaan alat berat yang digunakan di lokasi proyek.

Media ini tetap membuka ruang klarifikasi bagi seluruh pihak terkait.

 

Jurnalis: Syadir Ali