RUJUKANNEWS.com, GOWA – Memasuki hari ketiga sejak seorang lansia diduga hanyut di Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban, Jumat (6/3/2026).

Operasi pencarian yang dilakukan sejak pagi hari tersebut difokuskan dengan menyisir aliran Sungai Bilareng serta sejumlah titik yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban.

Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar sebanyak 6 personel, BPBD Kabupaten Gowa 3 personel, Mountain Rescue Bawakaraeng 2 personel, FPL Lompobattang 2 personel, Danposramil Bontolempangan, Polsek Bungaya 6 personel, SAR Universitas Hasanuddin (Unhas) 2 personel, serta SAR Universitas Negeri Makassar (UNM) 4 personel, dibantu masyarakat setempat.

Sekretaris Desa Bontolempangan, Muslimin, mengatakan bahwa hingga saat ini korban masih belum berhasil ditemukan meski pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.

“Belum ada tanda-tanda sampai sekarang, tim masih terus melakukan pencarian,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Komandan Tim Basarnas Makassar, Arman, yang menyebutkan bahwa hasil pencarian hingga sore hari masih belum membuahkan hasil.

“Masih nihil hingga sore ini,” ujar Arman saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Bontolempangan, Syamsuddin, juga membenarkan bahwa hingga sore hari korban belum ditemukan dan tim gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Fatiha, seorang lansia warga Bulo-Bulo, Dusun Lemoa, Desa Bontolempangan, yang sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga hanyut di Sungai Bilareng pada Rabu (4/3/2026).

Namun proses pencarian dihentikan sementara setelah hujan turun usai salat Jumat, sehingga kondisi sungai tidak memungkinkan untuk melanjutkan penyisiran.

Hal itu disampaikan Personil Polsek Bungaya, Rahmat, yang menyebutkan bahwa faktor cuaca menjadi pertimbangan dalam penghentian sementara operasi pencarian.

“Tadi hujan setelah Jumat, jadi dihentikan pencarian,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan konfirmasi dari Pusat Infokom SAR Universitas Negeri Makassar (UNM), hasil pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan hingga hari ini masih belum membuahkan hasil.

“Hasil pencarian hari ini masih nihil, korban belum ditemukan,” demikian keterangan dari Pusat Infokom SAR UNM.

Pihak SAR UNM juga menyampaikan bahwa operasi pencarian terhadap korban akan kembali dilanjutkan esok hari oleh tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut. (*)