Sinjai, RujukanNews.com,- Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sinjai kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemberantasan praktik koruptif, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Ketua PC IMM Sinjai, Ardianti, menekankan bahwa momentum Hari Antikorupsi tidak boleh dipandang sebagai seremoni tahunan semata. Menurutnya, peringatan ini harus menjadi refleksi bersama bahwa praktik korupsi masih menjadi ancaman serius terhadap tata kelola pemerintahan, termasuk di Kabupaten Sinjai.

โ€œKorupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga masalah moral, kepemimpinan, dan keberanian institusi publik dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih,โ€ ujarnya, Selasa (09/12/2025).

Ardianti juga menyoroti sejumlah kasus dugaan korupsi yang mencuat dalam beberapa tahun terakhir di Sinjai. Salah satunya adalah dugaan penyelewengan dana Koperasi Pegawai RI Kesehatan Sinjai Tahun Anggaran 2016โ€“2021, yang proses hukumnya dihentikan pada Januari 2025. IMM menilai penghentian perkara tersebut menimbulkan pertanyaan dan keresahan di tengah masyarakat.

โ€œTransparansi mengenai alasan penghentian dan akuntabilitas proses penanganan kasus sangat penting agar tidak memunculkan spekulasi dan hilangnya kepercayaan publik,โ€ tegasnya.

IMM juga menyoroti lambannya perkembangan penyelidikan dugaan penyimpangan pada proyek Instalasi Pengelolaan Limbah Cair (IPAL) Dinas Kesehatan Tahun Anggaran 2016 yang hingga kini belum menunjukkan kejelasan. Mereka mendesak aparat penegak hukum agar bekerja profesional, independen, dan terbuka untuk memastikan tidak ada potensi kerugian negara yang dibiarkan tanpa penyelesaian.

Selain itu, IMM turut mengamati perkembangan dugaan penyalahgunaan dana hibah PDAM Tirta Sinjai Bersatu Tahun Anggaran 2023, yang telah naik ke tahap penyidikan pada Juni 2025. IMM menilai peningkatan status tersebut sebagai indikator adanya dugaan awal penyimpangan yang perlu ditindaklanjuti secara serius.

โ€œKami menekankan pentingnya memastikan seluruh proses penyidikan berjalan tanpa tekanan dan intervensi dari pihak mana pun,โ€ tambah Ardianti.

Ia turut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif mengawasi kebijakan, anggaran, dan proyek pemerintah. Menurutnya, sinergi masyarakat dan lembaga penegak hukum merupakan kunci terciptanya pemerintahan yang bersih.

โ€œKami percaya Sinjai mampu bergerak menuju pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Namun hal itu hanya bisa terwujud jika penegakan hukum dilakukan dengan tegas, terbuka, dan masyarakat berani menolak segala bentuk penyimpangan,โ€ tutupnya.