Sinjai, RujukanNews.com,- Selembar catatan kecil yang ditemukan di sebuah warung sembako di Dusun Balle, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, mengungkap potret getir kehidupan warganya. Dalam secarik kertas itu, tertulis permohonan pinjaman beras dan garam karena penulisnya mengaku sudah tujuh hari tidak makan nasi, hanya bertahan dengan sayur, lantaran sedang sakit dan tidak memiliki beras.

Catatan memilukan itu diketahui milik pasangan suami istri, Ibu Kiki dan P. Conni. Kisah mereka kemudian viral setelah diposting akun Facebook bernama Bung, menyentuh hati banyak orang dan memantik kepedulian publik.

Kepala Desa Tompobulu, Asri A., saat dikonfirmasi membenarkan kondisi warganya tersebut. Ia menjelaskan, P. Conni sudah lebih dari 10 tahun tidak bekerja karena mengalami gangguan mental. Pasangan ini memiliki empat orang anak dan hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Asri juga mengungkapkan bahwa keluarga tersebut sebelumnya pernah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), namun saat ini tidak lagi terdaftar. Kini, mereka tercatat sebagai penerima BLT Kesra.

Terkait tidak masuknya keluarga tersebut sebagai penerima bantuan dari Dana Desa, Kepala Desa menjelaskan hal itu sesuai aturan.

β€œPenerima bantuan tidak boleh dobel. Pak Conni sudah menerima BLT Kesra, sehingga tidak bisa lagi masuk sebagai penerima bantuan Dana Desa,” jelasnya.

Meski demikian, secarik kertas dari Dusun Balle ini menjadi pengingat bahwa di balik data dan aturan administrasi, masih ada warga yang harus berjuang hanya untuk bisa makan. Sebuah kisah sunyi dari pelosok desa yang mengetuk nurani banyak pihak.