RUJUKANNEWS.com, GOWA – Sudah lebih dari sepekan sejak Fatiha, seorang lansia warga Bulo-Bulo, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, dilaporkan hilang dan diduga hanyut di Sungai Bilareng. Namun hingga kini, keberadaan perempuan lanjut usia tersebut masih menjadi tanda tanya.
Upaya pencarian telah dilakukan selama beberapa hari oleh tim SAR gabungan bersama warga setempat, dengan menyisir aliran Sungai Bilareng serta sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian. Meski berbagai upaya telah dilakukan, korban belum juga berhasil ditemukan.
Peristiwa ini bermula ketika Fatiha berangkat menuju sawah seperti biasanya. Namun hingga sore hari, ia tak kunjung kembali ke rumah sehingga keluarga mulai merasa khawatir.
Keluarga kemudian menyusul ke lokasi sawah untuk memastikan keberadaan Fatiha. Namun saat tiba di lokasi, korban tidak ditemukan di sekitar area tersebut.
Warga kemudian melakukan pencarian awal di sekitar lokasi. Dalam proses tersebut, barang milik Fatiha ditemukan di pinggir Sungai Bilareng, yang berada tidak jauh dari area persawahan.

Temuan itu memunculkan dugaan bahwa Fatiha terseret arus Sungai Bilareng, terlebih saat itu debit air sungai dilaporkan meningkat akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
Sejak saat itu, proses pencarian dilakukan oleh warga bersama aparat desa sebelum akhirnya dilanjutkan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas Makassar, BPBD Kabupaten Gowa, TNI-Polri, relawan SAR dari sejumlah organisasi, serta masyarakat setempat.
Selama operasi berlangsung, tim pencarian telah menyisir aliran sungai serta sejumlah titik yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban. Namun hingga hari ketujuh pencarian, korban belum berhasil ditemukan dan operasi SAR akhirnya resmi ditutup setelah dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga.
Kabar hilangnya Fatiha meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga. Mereka hanya bisa berharap dan terus berdoa agar suatu saat keberadaan sang lansia dapat diketahui.
“Perasaan kami sangat sedih saat mengetahui nenek tidak ada. Harapan kami semoga nenek bisa segera ditemukan,” ujar Diana Hasyim, cucu Fatiha.
Kini, meski operasi pencarian telah dihentikan, keluarga dan warga sekitar masih menyimpan harapan agar suatu saat keberadaan Fatiha dapat terungkap.(*)