Sinjai, RujukanNews.com – Dua peristiwa kekerasan berat yang melibatkan hubungan keluarga terjadi di Kabupaten Sinjai dalam waktu berdekatan, Jumat (23/1/2025–2026). Bentrokan berdarah tersebut mengakibatkan sejumlah korban luka serius hingga satu orang meninggal dunia.

Peristiwa pertama terjadi di Dusun Maddakko, Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat, sekitar pukul 11.00 Wita. Dua orang petani yang masih memiliki hubungan keluarga terlibat perkelahian satu lawan satu di kebun milik salah satu korban.

Kedua korban masing-masing berinisial Ma (45) dan Ka (47), warga Dusun Kaddorobukua, Desa Barania. Duel tersebut berlangsung sengit dengan menggunakan senjata tajam berupa parang dan tombak. Akibatnya, Ka mengalami luka tusuk di dada kiri serta luka terbuka di lutut kiri, sementara Ma menderita luka terbuka di leher akibat tebasan parang. Keduanya dilarikan ke RSUD Sinjai untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasi Humas Polres Sinjai, IPTU Agus Santoso, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan situasi.

“Benar, telah terjadi perkelahian satu lawan satu yang mengakibatkan kedua belah pihak mengalami luka serius dan kini dirawat di RSUD Sinjai,” ujarnya.

IPTU Agus menjelaskan, kasus tersebut masih dalam penanganan dan diduga dipicu konflik lama terkait persoalan lokasi kebun. Diketahui, kedua korban merupakan ipar dan telah lama memiliki hubungan tidak harmonis. Warga sekitar enggan memberikan keterangan karena khawatir akan potensi dendam lanjutan.

Sementara itu, peristiwa lebih tragis terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 19.30 Wita di Dusun Sumpang Ale, Desa Palangka, Kecamatan Sinjai Selatan. Seorang petani bernama He (53) tewas di tempat setelah dibacok secara brutal oleh adik kandungnya sendiri, Ar (41).

IPTU Agus Santoso juga membenarkan tragedi brdarah yang terjadi di desa palangka.

Lebih lanjut Agus menjelaskan kejadian bermula saat korban datang ke rumah orang tua mereka dalam kondisi emosi, sambil membawa kayu dan parang serta mengancam akan membunuh anggota keluarga. Pelaku sempat berusaha menghalangi, namun korban menyerang lebih dulu. Saat korban hendak menghunus parang, pelaku mendahului dengan membacok lengan korban.

Korban sempat melarikan diri ke arah jalan raya, namun dikejar dan dibacok berulang kali hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Usai kejadian, pelaku kembali ke rumah orang tuanya.

Personel Polsek Sinjai Selatan yang menerima laporan langsung mengamankan pelaku serta menyita barang bukti sebilah parang. Jenazah korban dievakuasi ke UGD oleh UPTD Puskesmas Samaenre untuk keperluan visum.

IPTU Agus Santoso mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Kami meminta masyarakat mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan tidak terpancing emosi,” tegasnya.

Kedua kasus tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Rentetan konflik keluarga yang berujung kekerasan ini kembali menjadi peringatan serius akan pentingnya penyelesaian konflik secara damai.