RUJUKANNEWS.com, GOWA — Kondisi Jalan Bongkialla di Dusun Boritallasa, Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu kembali menjadi perhatian setelah disebut memiliki peran penting sebagai jalur penghubung antarwilayah.

Sekretaris BPD Desa Rappolemba, Marlin, menyebut jalan tersebut merupakan akses strategis bagi mobilitas masyarakat.

“Justru jalan Bongkialla itu jalan yang sangat strategis,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, jalan ini menghubungkan beberapa wilayah penting, di antaranya:

Bongkialla – Campagayya – Malakaji

Bongkialla – Bontoa – Taipakkodong

Bongkialla – Kayumalle

Namun karena kondisi jalan yang rusak parah, warga terpaksa memilih jalur alternatif yang lebih jauh demi mendapatkan akses yang lebih layak.

“Cuma warga jauh mutar kalau mau ke lokasi tersebut, karena cari alternatif yang lebih bagus jalannya walaupun cukup jauh,” jelasnya.

Marlin juga menjelaskan bahwa jika jalan Bongkialla dalam kondisi baik, maka akses menuju Malakaji sebagai ibu kota kecamatan bisa ditempuh jauh lebih cepat.

“Iye, andai jalanan Bongkialla bagus sampai di Karangloe Campagayya, lima menit atau paling lama sepuluh menit sudah sampai di Malakaji,” ungkapnya.

Namun kenyataannya, kondisi jalan yang rusak membuat warga harus memutar melalui jalur lain.

“Karena jalanan rusak parah, warga memilih lewat Lembayya–Cikoro yang bisa menghabiskan waktu 30 menit bahkan lebih,” tambahnya.

Terkait kondisi fisik jalan, Marlin menyebut bahwa jalan tersebut sebenarnya pernah mendapat pengerasan.

“Sudah pengerasan sejak saya kelas XI SMA, kalau tidak salah tahun 2008 atau 2009,” jelasnya.

Artinya, jalan tersebut merupakan akses lama yang telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai penghubung antarwilayah.

Kondisi jalan yang rusak dinilai tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga memperpanjang waktu tempuh warga menuju pusat aktivitas kecamatan.

Warga berharap pemerintah dapat melihat kembali fungsi strategis jalan tersebut agar tidak terus terabaikan.

Hingga kini, perbaikan permanen masih dinantikan masyarakat.

 

Jurnalis: Syadir Ali