RUJUKANNEWS.com, GOWA — Di tengah belum tuntasnya polemik pembangunan Lapangan Baji’ Minasa dan sorotan transparansi Dana Desa di Rappolemba, perhatian publik kini beralih ke kondisi infrastruktur jalan di Kampung Bongkialla, Dusun Boritallasa, Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu. (19/2/2026)

Kondisi jalan

Sorotan terbaru datang dari kreator lokal R Ayu Bachir yang mengangkat kondisi jalan tersebut melalui unggahan di media sosial.

Dalam unggahannya, ia menyoroti jalan yang disebut belum pernah tersentuh aspal sejak lama.

“Jalan yang selama bumi terbentuk belum pernah tersentuh aspal. Cor lagi na upak-upak. Ini masih di Gowa, tepatnya di Kecamatan Tompobulu, Desa Rappolemba, Bongkialla. Salah satu korban politik jalan. Entah ke mana anggarannya ini,” tulisnya.

Ia juga menegaskan bahwa kritik tersebut lahir dari kepeduliannya sebagai warga kampung.

“Jangan ada yang protes dan mengatakan saya sotta, karena ini kampung kelahiranku.”

Unggahan tersebut memicu reaksi warganet. Salah satu komentar menyebut kondisi jalan seperti itu memang seharusnya mendapatkan perhatian pembangunan.

“Yang jalan begini memang harus dibuat jalan aspal, karena kalau kendaraan selalu lewat pasti hancur.”

Sorotan Jalan Sudah Muncul Sebelumnya

Sebelum disorot kreator lokal, kondisi jalan di Bongkialla juga pernah dipublikasikan oleh Marlin, Sekretaris BPD Desa Rappolemba, pada 12 Februari 2026.

Dalam unggahannya, ia menyoroti jalan yang disebut belum pernah tersentuh aspal.

“Yang rusak jalanannya tapi pernahmi tersentuh aspal masih mendingji. Apa kabar jalanan yang sudah ratusan tahun belum pernah tersentuh aspal? Seperti jalanan di kampung saya, Kampung Bongkialla Dusun Boritallasa Desa Rappolemba Kecamatan Tompobulu.”

Dokumentasi yang beredar menunjukkan kondisi jalan berbatu, berlumpur, dan tergenang air di sejumlah titik, terutama saat musim hujan.

Kondisi ini dinilai menghambat mobilitas warga serta memperkuat keluhan lama terkait minimnya perhatian terhadap infrastruktur dasar.

Sebelumnya, Kepala Dusun sempat menyebut jalan tersebut akan dirabat beton. Namun pernyataan itu kemudian dibantah oleh PJ Kepala Desa Rappolemba.

PJ Kades: Bukan Dirabat, Ini Jalan Kabupaten

Menanggapi sorotan tersebut, Penjabat (PJ) Kepala Desa Rappolemba, Husair, menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalan kabupaten sehingga desa tidak memiliki kewenangan untuk melakukan rabat beton menggunakan anggaran desa.

“Kalau dibilang itu dirabat itu salah, karena itu jalan kabupaten tidak boleh kita rabat. Jadi berinisiatif kita perbaiki ini jalan supaya tidak sampai berlumpur begini,” ujarnya.

Sebagai solusi sementara, ia berencana melakukan perbaikan melalui gotong royong bersama masyarakat.

“Saya janji kerja sama dengan masyarakat, jadinya saya mau sumbang beberapa zak semen dan masyarakat pasirnya.”

Namun perbaikan dinilai belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena faktor cuaca.

“Saya bilang kepada masyarakat nanti bulan-bulan April, karena ini musim hujan percuma kita cor kalau hujan begini.”

Infrastruktur Kembali Jadi Sorotan

Sorotan terhadap jalan Bongkialla menambah daftar persoalan infrastruktur di Desa Rappolemba, di tengah kritik terhadap proyek lapangan desa yang sebelumnya juga menjadi perhatian publik.

Warga berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut, mengingat akses jalan merupakan kebutuhan dasar untuk menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu realisasi perbaikan yang telah dijanjikan.

Jurnalis: Syadir Ali