GOWA — LACAK (Layanan Cepat Atasi Kemiskinan) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan kondisi warga miskin ekstrem bernama Sateng, yang tinggal di Lingkungan Batuborong, Kelurahan Tonrorita, Kecamatan Biringbulu, dan sebelumnya disebut luput dari pendataan.
Ketua Tim LACAK Kabupaten Gowa, Kaharuddin Dg Muji, menegaskan bahwa Sateng tidak luput dari pendataan, melainkan saat ini masih dalam proses fasilitasi administrasi, khususnya terkait data kependudukan.
“Dia itu tidak luput, tapi sementara dalam usaha fasilitasi data kependudukan tabe,” ujar Kaharuddin saat dikonfirmasi media ini, Ahad (1/2/2026).
Ia juga memastikan bahwa Tim LACAK telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan terhadap yang bersangkutan.
“Tim LACAK sudah dari sana mendata,” katanya.
Lebih lanjut, Kaharuddin menyampaikan klarifikasi resmi bahwa Sateng telah masuk dalam data program penanganan kemiskinan ekstrem Pemerintah Kabupaten Gowa.
“Izin klarifikasi terkait ini. Saudara Sateng, warga Kelurahan Tonrorita Kecamatan Biringbulu itu sudah terdata. Sudah pernah kami berikan paket sembako dan sudah dapat BLTS Kesra,” jelasnya.
Saat ditanya terkait waktu pendataan dilakukan, Kaharuddin menyebut bahwa proses pendataan tersebut telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.
“Kalau tidak salah ingat, bulan Oktober,” ungkapnya.
Menurutnya, pendataan dan penanganan warga miskin ekstrem tidak hanya sebatas pencatatan awal, namun memerlukan tahapan lanjutan berupa verifikasi dan pemenuhan administrasi agar dapat diintegrasikan ke dalam program bantuan selanjutnya.
Meski demikian, Tim LACAK menyatakan akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat untuk memastikan kondisi riil warga di lapangan tetap menjadi perhatian, termasuk kebutuhan hunian yang lebih layak.
Sebelumnya, kondisi rumah Sateng yang beralaskan tanah dan mengalami kebocoran atap menjadi sorotan publik dan memunculkan harapan agar pemerintah daerah dapat memberikan bantuan bedah rumah sebagai solusi jangka panjang.
Jurnalis: Syadir Ali
