Sinjai, RujukanNews.com,— Penertiban terhadap manusia silver dan manusia badut di kawasan Tugu Bambu, Jalan Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, Kamis (8/1/2026), kembali menuai sorotan publik. Ketua AMJI RI, Elang Suganda, menilai langkah tersebut seharusnya tidak semata berorientasi pada ketertiban, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Kita harus memanusiakan manusia. Apa yang dilakukan manusia silver maupun manusia badut sejatinya tidak mengganggu ketertiban, bahkan bisa menjadi daya tarik tersendiri jika diberi ruang untuk berekspresi,” ujar Elang.

Menurutnya, kehadiran mereka dapat menjadi bagian dari hiburan jalanan yang memberi warna di ruang publik, selama dikelola dengan baik dan tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Elang juga mengingatkan, jika aktivitas di persimpangan jalan dinilai berisiko, maka pemerintah seharusnya tidak berhenti pada penertiban semata, melainkan menghadirkan solusi yang lebih manusiawi.

“Kalau memang dilarang di jalan raya, seharusnya mereka diarahkan ke tempat-tempat yang ramai pengunjung, seperti Alun-Alun Sinjai atau objek wisata di Kabupaten Sinjai. Di sana mereka tetap bisa mencari nafkah tanpa harus berhadapan dengan bahaya lalu lintas,” katanya.

Ia menegaskan, manusia silver dan manusia badut adalah bagian dari kelompok rentan yang berjuang bertahan hidup di ruang publik. Cara pemerintah memperlakukan mereka menjadi cermin keberpihakan terhadap warga di lapisan paling bawah.

“Kita tunggu keputusan apa yang akan diambil Pemkab Sinjai dalam memperlakukan warganya yang berada di posisi paling rentan,” tutup Elang.