RUJUKANNEWS.com, GOWA – Misteri hilangnya Fatiha (78), seorang lansia warga Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, hingga kini masih belum menemukan titik terang.

Sudah 14 hari berlalu sejak ia dilaporkan hilang pada Rabu, 4 Maret 2026. Meski operasi pencarian oleh tim SAR gabungan telah dihentikan setelah sepekan tanpa hasil, keluarga dan warga setempat masih terus berupaya melakukan pencarian secara mandiri.

Di tengah upaya tersebut, fakta baru mengenai aktivitas terakhir sang nenek akhirnya diungkap oleh pihak keluarga.

Cucu korban, Diana Hasyim, kepada media ini menjelaskan bahwa pada hari hilangnya sang nenek, Fatiha sebenarnya tidak seperti biasanya pergi ke sawah.

Menurutnya, sudah beberapa tahun terakhir nenek Fatiha tidak lagi berkunjung ke sawah miliknya.

“Tidak seperti biasanya beliau pergi ke sawah. Sudah beberapa tahun baru itu lagi mau ke sana,” ujar Diana Hasyim kepada media ini, Selasa (17/3/2026).

Lebih lanjut, Diana juga mengungkapkan bahwa pada hari tersebut Fatiha pergi tanpa sepengetahuan anak maupun cucunya.

“Beliau pergi tanpa sepengetahuan anak dan cucunya,” tambahnya.

Kepergian sang nenek baru diketahui keluarga setelah beberapa waktu kemudian. Saat dicari di sekitar rumah, Fatiha sudah tidak ditemukan.

Keluarga kemudian mencoba menelusuri sejumlah lokasi yang kemungkinan didatangi korban, termasuk area persawahan miliknya.

Namun ketika dilakukan pencarian di sekitar sawah tersebut, Fatiha juga tidak ditemukan.

Dalam pencarian awal yang dilakukan warga, sejumlah barang yang diduga milik korban ditemukan di sekitar Sungai Bilareng, yang berada tidak jauh dari lokasi persawahan.

Temuan itu memunculkan dugaan bahwa sang lansia kemungkinan terseret arus sungai.

Mendapat laporan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Makassar, BPBD Gowa, TNI, Polri, relawan SAR dari berbagai organisasi, serta masyarakat setempat langsung melakukan pencarian intensif.

Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran Sungai Bilareng hingga area sekitar lokasi kejadian.

Namun setelah dilakukan pencarian selama tujuh hari, operasi SAR resmi dihentikan karena tidak membuahkan hasil.

Meski demikian, hingga memasuki hari ke-14 sejak hilangnya Fatiha, keluarga dan warga masih terus berusaha mencari keberadaan sang nenek.

Pihak keluarga juga berharap jika ada masyarakat yang pernah melihat atau mengetahui keberadaan Fatiha, agar segera melaporkan informasi tersebut kepada keluarga, pemerintah desa, atau aparat kepolisian terdekat.