Sinjai,RujukanNews.com – Proyek pengerjaan saluran irigasi yang bersumber dari penganggaran APBN di wilayah Lembanna, Desa Bonto Salama, Kecamatan Sinjai Barat, menuai keluhan dari petani. Mereka menilai pekerjaan yang dilakukan kontraktor tidak merata. Bagian hulu dan hilir dikerjakan, namun titik tengah yang justru mengalami kerusakan paling parah tidak tersentuh perbaikan.
Keluhan itu pertama disampaikan Abdul Karim melalui media sosial. Ia menyebut masih ada sekitar 100 meter saluran sebelum hulu Magala yang belum dikerjakan pada tahun ini, padahal kondisi titik tersebut sangat berpengaruh terhadap maksimalnya aliran air.
“Kalau bagian itu tidak dikerja, aliran air nanti kurang maksimal. Hanya hulu pertama yang menunjang airnya,” ungkapnya.
Kontraktor Akui Pengerjaan Baru Berjalan Dua Minggu
Saat dikonfirmasi wartawan rujukannews.com melalui pesan WhatsApp, pihak kontraktor menyampaikan bahwa pekerjaan di Lembanna masih sementara berjalan.
“Kurang lebih dua minggu pak,” tulis pihak kontraktor.
Saat ditanyakan terkait ketiadaan papan proyek, pihak kontraktor menjelaskan bahwa papan informasi tersebut sementara diproses.
“Sementara di proses pak, untuk distribusinya ke lokasi-lokasi segera kami lakukan. Hari ini diusahakan didistribusikan ke lapangan,” ujarnya.
Nama pihak kontraktor belum diberikan karena meminta agar pemberitaan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan tim mereka yang dianggap lebih berwenang.
PUPR Sinjai: Akan Ditinjau Ulang Bersama Kontraktor dan P3A
Konfirmasi juga diberikan oleh Rizal, Staf Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Sinjai, yang membenarkan adanya laporan terkait titik irigasi yang belum tersentuh pengerjaan.
“Dalam waktu dekat akan kami tindak lanjuti dan lakukan peninjauan ke titik suplesi Lembanna, guna penyesuaian kembali terhadap titik kerusakan saluran irigasi. Pelaksanaan penyesuaian ini akan kami tindak lanjuti bersama pelaksana proyek dan kelompok P3A,” jelasnya.
Petani berharap Dinas PUPR dapat mendorong kontraktor untuk menyelesaikan segmen yang tersisa agar aliran air ke lahan pertanian bisa maksimal.
“Kami petani kalau menyampaikan tidak diterima. Makanya kami berharap pemerintah yang sampaikan,” ujar salah seorang petani.