RUJUKANNEWS.com, GOWA — Polemik pembangunan Lapangan Baji’ Minasa di Desa Rappolemba terus berkembang. Selain nama Mushawwir yang disebut warga terkait penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), kini muncul pula penyebutan nama lain dalam proyek tersebut. (17/2/2026)
Sejumlah warga menyebut nama Ira Yanti diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas di lokasi proyek lapangan.
Informasi tersebut menguat setelah beredar percakapan yang menunjukkan adanya komunikasi antara Ira Yanti dan seorang konten kreator lokal yang sempat membuat konten komedi di lokasi proyek.
Dalam percakapan tersebut, Ira Yanti disebut meminta agar konten yang dibuat tidak dipublikasikan. Ia juga menyampaikan kekhawatiran jika aktivitas di lokasi proyek tersebut diketahui oleh pihak LSM.
“Kita hanya takut ada LSM liatki… kan ditauji kalau LSM,” tulisnya dalam percakapan.
Percakapan tersebut oleh sejumlah warga dinilai sebagai bentuk tekanan atau dugaan intimidasi terhadap kreator konten, meskipun hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan.
Konten kreator tersebut diketahui hanya membuat konten komedi ringan di sekitar lokasi proyek, tanpa menyertakan unsur tudingan atau kritik terhadap pembangunan lapangan.
Namun permintaan agar konten tidak diposting memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait alasan kekhawatiran jika aktivitas di lokasi proyek diketahui pihak luar.
Warga menilai, apabila tidak ada persoalan dalam pelaksanaan proyek, seharusnya tidak perlu ada kekhawatiran terhadap perhatian publik maupun lembaga pengawasan.
Media ini juga telah berulang kali menghubungi Ira Yanti melalui percakapan WhatsApp guna meminta klarifikasi terkait penyebutan namanya oleh warga. Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan konfirmasi tersebut tidak mendapatkan tanggapan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Ira Yanti.
Media ini tetap membuka ruang klarifikasi dari pihak yang bersangkutan demi menjaga prinsip keberimbangan informasi.
Jurnalis: Syadir Ali