Sinjai, Rujukan news.com, – Tak ada yang menyangka, kisah tragis yang sempat menghebohkan warga Sinjai dua bulan lalu kini berujung di pelaminan. Sepasang muda-mudi yang sebelumnya viral karena kasus pembuangan bayi perempuan di Desa Saohiring, Kecamatan Sinjai Tengah, akhirnya resmi menikah di Masjid Mapolres Sinjai, Senin (3/11/2025).

 

Kasus ini bermula dari penemuan bayi perempuan dalam keadaan hidup di sebuah kebun warga pada 15 September 2025. Bayi malang itu dibuang oleh ibu kandungnya sendiri karena takut dan malu setelah melahirkan seorang diri di teras rumahnya pada dini hari.

Peristiwa tersebut sontak menggemparkan publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Setelah dilakukan penyelidikan, kedua orang tua sang bayi akhirnya diamankan oleh pihak Polres Sinjai untuk menjalani proses hukum.

Namun, di tengah proses penyidikan yang masih berjalan, muncul babak baru dalam kisah mereka. Dengan kesepakatan bersama dan restu keluarga, pasangan tersebut memutuskan untuk menikah secara resmi.

Prosesi ijab kabul berlangsung sederhana namun khidmat di Masjid Mapolres Sinjai. Kepala KUA Sinjai Utara, Drs. Jamaludin, memimpin langsung jalannya akad nikah. Hadir pula Kanit PPA Polres Sinjai Ipda Andi Muh Alyas, Kepala Desa Saohiring A. Darmawansata, serta sejumlah personel Polres dan keluarga kedua mempelai.

Menurut Ipda A. Muh Alyas, pihak kepolisian hanya memfasilitasi niat baik dari kedua pihak.

“Pernikahan ini atas kesepakatan mereka dan keluarga. Bapak Kapolres Sinjai, AKBP Harry Azhar, melalui Kasat Reskrim memfasilitasi agar mereka menikah secara baik-baik di masjid, sesuai tuntunan syariat,” jelasnya.

Meski demikian, Ipda A. Muh Alyas menegaskan bahwa pernikahan tersebut tidak menghentikan proses hukum yang sedang berjalan.

“Kasusnya tetap lanjut. Mereka tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Kini, pasangan muda itu resmi menjadi suami-istri. Di balik lembaran baru kehidupan mereka, tersisa pelajaran besar bagi banyak orang—bahwa setiap kesalahan punya konsekuensinya, namun selalu ada ruang untuk memperbaiki diri dan menata masa depan dengan jalan yang benar.